Pemilik Warung Nasi yang Buka Siang Ramadhan Itu Ternyata Orang Kaya

datariau.com
3.238 view
Pemilik Warung Nasi yang Buka Siang Ramadhan Itu Ternyata Orang Kaya
Saeni, pemilik warteg yang buka siang ramadhan.

SERANG, datariau.com - Entah apa maksud diangkatnya kasus penertiban warung nasi Saeni (53) yang buka siang hari, hingga akhirnya menyita perhatian Indonesia, presiden pun membantunya.

Belakangan diketahui bahwa ibu yang melanggar aturan itu ternyata orang kaya. Dia memiliki lebih dari 1 warung nasi. Namun atas pembangkangannya yang tetap buka di siang hari ramadhan, Satpol PP mengamankan makanannya beberapa waktu lalu.

Dia menangis di depan kamera wartawan, pemberitaannya pun diangkat berlebihan oleh media-media yang terkesan memang ingin aturan warung makan tutup selama ramadhan dibubarkan.

Sukses, akhirnya aturan tersebut memang dicabut. Ironisnya, ibu pemilik warung nasi itu dapat bantuan pula dari simpatisan hingga ratusan juta rupiah atas foto dan video menangisnya yang ditayangkan beberapa media nasional.

Saeni telah mencairkan uang Rp170 juta bantuan dari netizen melalui bank, kini muncul kabar bahwa Saeni dan suami ternyata mempunyai tiga warung tegal di wilayah Kota Serang, Banten.

Salah satu warga Kampung Cikepuh, Kelurahan Cimuncang, Kecamatan/Kota Serang, Nasir, mengaku dirinya mengetahui kehidupan sebenarnya Saeni yang dianggapnya tidak sesuai dengan apa yang ada di pemberitaan sejumlah media yang terlalu melambungkan pemilik warung yang suka langgar aturan tersebut.

"Dia itu punya tiga warteg, di Tanggul, Kaliwadas, Cikepuh yang kemarin dirazia, cuma di depan media saja pura-pura tak mampu. Terakhir saya dengar di Terminal Pakupatan juga dia punya. Publik sudah tertipu, harusnya investigasi dulu," ujarnya dikutip Sindonews, Kamis (16/6/2016).



Dirinya juga menilai, bantuan yang diberikan oleh Presiden Jokowi, Mendagri Tjahjo Kumolo, dan sejumlah masyarakat kepada Saeni tidak tepat. Sebab, masih banyak warga Indonesia yang lebih membutuhkan.

"Dia itu kan salah, sudah melanggar perda, setiap tahun di bulan puasa juga dia itu kan buka, setiap tahun juga kena razia sama Satpol PP," ujarnya.

Warga sekitar yang mengetahui tak ingin menegurnya, namun melaporkan kepada petugas yang berwenang melakukan penertiban. "Pemerintah pusat harusnya jangan ikut campur, Kota Serang itu kotanya santri, ulama, religius, jadi jangan diobok-obok," ujarnya.

Sementara itu, Saeni mengaku hanya memilik warteg satu, yang berada di Cikepuh, Kecamatan Serang, Kota Serang yang kini menjadi tempal tinggalnya bersama sang suami Alek. "Enggak ada lagi, cuma satu," kata Eni, asli Tegal, Jawa Tengah.

Apapun yang terjadi, namun memang terasa banyak keanehan dalam pemberitaan tentang warung buka siang hari oleh Saeni ini. Dimana, dia yang jelas-jelas melanggar aturan daerah malah diberitakan berlebihan oleh sejumlah media yang akhirnya menarik simpati beberapa orang termasuk presiden.

Sebenarnya, jika ibu ini mengetahui hukum islam dengan baik, maka dia tidak akan berani untuk buka kedai nasi siang hari, karena sangat berat hukumnya menyediakan makanan untuk orang yang tidak berpuasa.

Jika disebut dia tidak memiliki pekerjaan lain, dia tetap bisa berjualan saat sore hari untuk keperluan orang muslim berbuka puasa. Namun dikarenakan kondisi saat ini memang memasuki zaman serba terbalik dan penuh tipu daya, yang buruk terlihat seperti baik, sementara yang baik diobok-obok biar terlihat jelek. Ini petaka yang sedang melanda negara kita.

Penulis
: Riki
Editor
: Ummu SH
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)