DPRD Desak Disdik Ungkap Persoalan Uang Seragam Rp1,8 Juta di SMPN 15 Rumbai Pekanbaru

datariau.com
1.711 view
DPRD Desak Disdik Ungkap Persoalan Uang Seragam Rp1,8 Juta di SMPN 15 Rumbai Pekanbaru
doc.
Anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Ferry Sandra Pardede.

PEKANBARU, datariau.com - Adanya uang seragam Rp1,8 juta di SMPN 15 Rumbai Kota Pekanbaru belakangan terungkap ke publik karena menjadi persoalan, dimana murid sudah membayar seragam tahun lalu, hingga kini seragam yang dijanjikan belum selesai. DPRD minta Disdik Pekanbaru mengungkap persoalan seragam ini.

"Pihak sekolah tidak profesional dalam mengelola atribut sekolah siswa, padahal kita kira ini sudah ada kesepakatan antara pihak komite sekolah dengan orang tua siswa, tetapi kenapa persoalan ini terjadi," kata Anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Ferry Sandra Pardede, Senin (24/7/2017).

Dikatakan politisi Hanura ini, adanya protes orangtua wali murid terkait seragam sekolah, tentu diakibatkan lalainya pihak sekolah dalam melaksanakan atribus sekolah, sementara pungutan yang dilakukan cukup tinggi yakni Rp1,8 juta untuk 5 stel seragam sekolah.

"Agar ada kejelasan terhadap kasus uang seragam siswa ini, kita meminta pemerintah dalam hal ini Disdik Pekanbaru segera memanggil pihak sekolah," pinta Ferry.

Dia berharap persoalan serupa tidak terjadi lagi di sekolah-sekolah lain, dan Disdik diminta segera memanggil pihak sekolah yang bersangkutan agar memberi penjelasan terkait pungutan uang seragam dan apa alasan hingga saat ini tidak kunjung selai. Sekaligus kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi sekolah lainnya dalam membuat kebijakan seragam sekolah.

"Saya rasa kepala sekolahnya perlu dievaluasi juga, soal uang ini tidak bisa main-main, ya kalau orang tua yang mampu, bagi yang tidak kasihan juga, kita rasa Disdik perlu mengevaluasi kepala sekolah tersebut," saran Ferry.

Kepala SMPN 15 Rumbai juga diminta terbuka atas persoalan yang saat ini bergejolak di kalangan orang tua siswa. "Apa alasan sampai sekarang belum selesai, jangan dijanjikan besok ke besok aja, makanya kedepan kita minta sekolah dalam mengambil kebijakan tidak diluar konteks aturan yang sudah dibuat, seperti keterlambatan seragam siswa inikan seharusnya tidak boleh terjadi, entah uang-nya terpakai atau dipakai untuk apa ini tidak boleh dan jangan sampai terjadi," pungkas Ferry.

Penulis
: Wanti
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)