Buktikan Tak Ragu 'Potong Kepala', Kapolri Copot 7 Pejabat

Ruslan
487 view
Buktikan Tak Ragu 'Potong Kepala', Kapolri Copot 7 Pejabat
Foto: Net

DATARIAU.COM - Pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo soal akan "memotong kepala" yang maksudnya akan menindak pimpinan di lingkungan Polri yang bermasalah bukan isapan jempol belaka. Tak main-main, tujuh pejabat Polri langsung dicopot dari jabatannya.

Pernyataan "potong kepala" itu, disampaikan Listyo merujuk peribahasa, "ikan busuk mulai dari kepala" atau kalau pimpinannya bermasalah, maka bawahannya juga akan bermasalah.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pencopotan tujuh perwira menengah itu menunjukkan komitmen Kapolri Listyo Sigit untuk melakukan pembenahan internal agar menjadi jauh lebih baik.

Ketujuh pejabat yang dicopot yakni, Dirpolairud Polda Sulbar Kombes Pol Franciscus X Tarigan, Kapolres Labuhan Batu Polda Sumut AKBP Deni Kurniawan, Kapolres Pasaman Polda Sumbar AKBP Dedi Nur Andriansyah, Kapolres Tebing Tinggi Polda Sumut AKBP Agus Sugiyarso, Kapolres Nganjuk Polda Jatim AKBP Jimmy Tana, Kapolres Nunukan Polda Kaltara AKBP Saiful Anwar, dan Kapolres Luwu Utara Polda Sulsel AKBP Irwan Sunuddin. Ketujuh perwira menengah itu ditarik menjadi Pamen Yanma Polri

Pencopotan Kombes Franciscus, tertuang dalam surat telegram Nomor ST/2279/X/KEP./2021, per tanggal 31 Oktober 2021. Sementara enam lainnya yang berpangkat AKBP tertulis dalam surat telegram Nomor ST/2280/X/KEP./2021, tanggal 31 Oktober 2021. Kedua telegram itu ditandatangani oleh AS SDM Polri Irjen Wahyu Widada atas nama Kapolri.

"Ya ini tentunya sebagaimana komitmen dan pernyataan Pak Kapolri soal 'ikan busuk mulai dari kepala', kalau pimpinannya bermasalah maka bawahannya akan bermasalah juga, serta semangat dari konsep presisi. Komitmen ini jelas untuk melakukan perubahan dan perbaikan untuk menuju Polri yang jauh lebih baik lagi," ujar Argo, Selasa (2/11/2021).

Dikatakan Argo, keputusan ini diharapkan dapat memberikan efek jera kepada seluruh anggota Polri agar tidak melanggar aturan. Personel Polri harus memiliki jiwa kepemimpinan yang mengayomi dan melayani masyarakat serta anggotanya.

"Jadilah pemimpin yang teladan, bijaksana, memahami, mau mendengar, tidak mudah emosi, dan saling menghormati. Dengan begitu, Polri ke depannya akan semakin mendapatkan kepercayaan di masyarakat," katanya.

Kapolres Nunukan Hajar Anak Buah

Diketahui, tindakan mantan Kapolres Nunukan AKBP Saiful Anwar menghajar anak buahnya Brigadir Sony Limbong yang berdinas di bagian Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) Polres Nunukan, menjadi sorotan publik.

Dalam video berdurasi 43 detik yang viral di media sosial, terlihat Syaiful memukul dan menendang Sony yang hendak membantu seorang perempuan menggeser meja, pada tanggal 21 Oktober 2021, sekitar pukul 12.32 waktu setempat.

Belakangan diketahui, motif Syaiful menghajar anak buahnya itu bukan soal membantu menggeser meja. Namun, lantaran jengkel karena Sony tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Sebab, ketika Syaiful mengikuti kegiatan acara puncak Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) melalui zoom meeting dengan Mabes Polri dan Polda Kaltara, jaringannya terkendala. Pada saat itu, Sony tidak berada di tempat dan tidak merespons telepon ketika dihubungi.

Kirim berita, hak jawab, laporan: 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)