Hari Juang Kartika TNI-AD Tahun 2017

Koramil 03/Seberida Inhu Gelar Pengobatan Massal Gratis

datariau.com
1.832 view
Koramil 03/Seberida Inhu Gelar Pengobatan Massal Gratis
Heri
Koramil 03/Seberida Inhu Gelar Pengobatan Massal Gratis.

RENGAT, datariau.com - Dalam rangka Hari Juang Kartika TNI-AD tahun 2017, Koramil 03/Seberida Kodim 0302 Inhu bekerjasama dengan Pemdes Petala Bumi dan Puskesmas Pangkalan Kasai, menggelar Bhakti Sosial pengobatan massal gratis, bertempat di gedung Posyandu Tri Tunggal Desa Petala Bumi.

Hadir dalam kesempatan itu Koramil 03/Seberida Kapten Inf Bambang Kosasih Tarigan bersama jajarannya, perangkat Desa Petala Bumi, serta tim kesehatan Puskesmas Pangkalan Kasai yang dipimpin oleh dr Ayu Kurnia P.

Dalam arahannya, Koramil 03/Seberida menyampaikan ucapan terimakasih terutama kepada tim kesehatan Puskesmas Pangkalan Kasai dan Pemdes Petala Bumi yang telah memberikan fasilitas sehingga kegiatan baksos tersebut dapat terlaksana dengan baik.

Koramil juga sedikit menyampaikan sejarah awal dari Hari Juang Kartika yang diperingati setiap tanggal 15 Desember. Hari Juang Kartika TNI Angkatan Darat diperingati setiap 15 Desember oleh Korps Infanteri TNI AD untuk mengenang Pertempuran Ambarawa. "Sebelumnya bernama Hari Infanteri," sebut Koramil.

Tanggal 15 Desember merupakan Hari Juang Kartika TNI AD. Dahulu juga dikenal dengan Hari Infanteri yang khusus diperingati untuk mengenang pertempuran Ambarawa tahun 1945.

Pertempuran Ambarawa perupakan perjuangan para Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang dipimpin oleh Jenderal Soedirman. Pertempuran ini terjadi pada pertengahan Desember tepatnya pada tanggal 12-15 Desember 1945.

Pada tahun 1945 itu, sekutu ingin menguasai Ambarawa untuk kemudian dijadikan sebagai basis kekuatan untuk merebut Jawa Tengah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ambarawa dinilai penting untuk dijadikan sebagai salah satu basis kekuatan kareana letaknya yang strategis dan memiliki barak milter dan fasilitas pelatihan yang sudah lengkap pada masa itu.

Hal inilah yang membuat Jenderal Soedirman sebagai pemimpin pasukan menegaskan perlunya mengusir tentara sekutu dari Ambarawa secepat mungkin.

Dengan semboyan “Rawe-rawe rantas, malang-malang putung, patah tumbuh hilang berganti”, para pejuang seakan diberikan dua pilihan antara bebaskan Ambarawa atau mati di pangkuan ibu pertiwi.

Penulis
: Heri
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)