Warga Terdampak Erupsi Semeru Mengaku Tak Menerima Peringatan Dini

Ruslan
1.055 view
Warga Terdampak Erupsi Semeru Mengaku Tak Menerima Peringatan Dini
Foto: Net

DATARIAU.COM - Ponidi, 50 tahun, warga Dusun Kamarkajang, Desa Sumberwuluh, Kabupaten Lumajang mengaku belum menerima peringatan dini ihwal potensi erupsi Semeru hingga bencana tersebut benar-benar terjadi pada Sabtu, 4 Desember 2021.

Dia pun mengira bahwa aktivitas vulkanik Semeru berupa guguran awan panas tidak akan sebesar kejadian kemarin.

"Pada Desember 2020 lalu, lava pijarnya hanya terlihat di puncak saja," kata Ponidi saat ditemui Tempo di Balai Desa Penanggal, Senin, 6 Desember 2020.

Ponidi termasuk korban terdampak erupsi Semeru. Dia bersama anggota keluarganya mengungsi di Balai Desa Penanggal sejak Sabtu pekan lalu. Ia mengaku belum menerima informasi ihwal peringatan dini bahaya pada 1 Desember 2021 dan keesokan harinya 2 Desember 2021.

Menurut dia sosialisasi soal kebencanaan memang pernah dilakukan. "Tapi sudah lama, beberapa tahun yang lalu. Setelah itu tidak pernah," ujarnya.

Ponidi berujar warga pasti akan mengungsi lebih awal jika mereka mendapatkan peringatan jauh hari sebelumnya. "Saya pasti akan mengungsi lebih awal jika mendapat informasi lebih dulu sebelumnya," ujar dia.

Ponidi membenarkan bahwa di desanya terdapat rambu-rambu serta petunjuk jalur evakuasi dan tempat titik kumpul ketika terjadi bencana.

"Tetapi kan bencananya dari awan panas dan dari atas," katanya.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)