DATARIAU.COM - Warga Malang tunjukkan sikap tegas. Tokoh tukang hasut yang tujuannya merusak Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus dilawan.
Buktinya, Juru bicara Presidium Alumni (PA) 212 Habib Haikal Hassan yang datang ke Malang untuk memberikan ceramah jadi korban. Habib Haikal Hassan yang menjabat di Habib Rizieq Shibab atau HRS Center, namun tidak mengaku menjadi bagian dari Ormas Front Pembeka Islan (FPI) ini, langsung diusir warga dari Malang.
Smart, pria asal Jawa Tengah lewat Channel KBN Nusantara, mengatakan sangat mendukung warga Malang yang menolak kehadiran Habib Haikal Hassan yang ceramahnya sangat provokatif, memecah belah kesatuan.
Habib Haikal Hassan adalah pedakwah yang khas dengan logat Betawinya. Menurut rencana pria dengan nama lengkap Ahmad Haikal bin Hassan bin Umar bin Salim bin Ali bin Syekh Ali bin Abdullah Baras ini, sedianya akan menberikan ceranah, Minggu (23/1) di Malang. Namun warga Malang tak sudi dengan kehadiran pria yang selalu tampil dengan topi khasnya ini. Mereka tak mau toleransi umat beragama yang sudah terjalin baik di Malang akan rusak.
Berdasarkan poster yang beredar di media sosial, pria yang tenar denga sapaan Babe Haikal itu, akan mengisi sebuah acara dakwah di salah satu masjid di Kota Malang.
Pegiat media sosial Denny Siregar yang mengunggah video warga dengan kalimat ?Malang Usir Haikal Hassan?, Sabtu 22 Januari 2022 malam di facebook langsung viral (https://fb.watch/aI3TUHJt72/).
Bahkan, Denny Siregar juga mencuit di twitter dennysiregar7 : Dulunya Haikal Hassan dipuja-puja masyarakat. Namun kini terhina. Dalam video itu, Haikal Hassan yang dikerubungi warga yang mengusirnya, keluar dari salah satu rumah dan masuk ke mobil hitam untuk kemudian pergi.
"Apa yang dilakukan warga Malang adalah benar, NKRI harga mati,? kata Smart dalam KBN Nusantara, Sabtu (22/1) malam. Salah satu pentolan ormas FPI yang sudah dibubarkan ini, lanjut Smart, bisa dinilai warga seperti apa isi ceramahnya, mulai dari ingin menjadikan Negara Islam, Negara Khilafah dan lainnya, yang berpotensi kuat sangat merusak kerukunan yang sudah terjalin dengan baik.
Di sisi lain, Smart menilai kebijakan Menko Polhukam Mahfud MD yang hanya membubarkan ormas FPI adalah kebijakan tidak pas, sehingga orang orangnya tetap bebas berkeliaran, bahkan ?bebas? menghujat pemerintah, memprovokasi, membangun intoleransi, juga tak jarang menyerang keyakinan agama lain dan sembunyi di balik agama Islam.
"Pemerintah menye - menye, tidak punya sikap tegas terhadap pelaku pelaku intoleran, provokator, sehingga rakyat yang harus berhadapan dengan orang orang macam ini. Sikap warga Malang benar,? tegasnya.
Komentar netizen sebagian besar mendukung sikap warga Malang. Akun Nurkaeni bahkan menulis berharap daerah lain ikut bersikap cerdas seperti warga Malang, mengusir para kadrun penjual agama.
Source: baliexpress.jawapos.com