Walau Diguyur Hujan, 16 Titik Api Terpantau di Riau

1.132 view
Walau Diguyur Hujan, 16 Titik Api Terpantau di Riau
Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan di Riau. (foto: net)
PEKANBARU, datariau.com - Meski telah diguyur hujan beberapa hari belakangan, namun kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau terus saja terjadi. Menindaklanjuti hal tersebut Unit Pelaksana Teknis (UPT) Hujan Buatan terus mengupayakan penyemaian awan di lokasi karhutla.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Selasa kemarin, masih terdapat 16 titik api yang tersebar di 4 daerah wilayah Riau.

Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru Sugarin menyampaikan, kondisi cuaca di wilayah Riau cerah berawan, sedangkan untuk intensitas hujan berkisar ringan dan sedang.

"Pantauan dari satelit kita, dalam beberapa hari terakhir sudah mulai terjadi hujan, hampir seluruh wilayah Riau diguyur hujan," ungkapnya.

Sedangkan untuk titik api, disampaikan Sugarin, selalu berubah-ubah, sebelumnya titik api banyak didominasi Kabupaten Bengkalis, namun saat ini didominasi Kabupaten Palalawan sebanyak 11 titik.

"Pagi ini ada 16 titik api yang terpantau, titik api paling banyak berada Pelalawan sebanyak 11 titik, di Meranti ada 3 titik dan di Bengkalis dan Indragiri Hilir masing-masing 1 titik," terang Sugarin Selasa pagi kemarin.

Sementara itu, Kepala UPT Hujan Buatan F Heru Widodo, mengatakan, saat ini pihaknya terfokus pada dua bidang diantaranya lokasi yang sudah terjadi kebakaran dan yang diutamakan saat ini pada lokasi titik api yang sedang terjadi.

"Kalau ada potensi awan untuk dilakukannya hujan buatan di lokasi terjadinya titik api, kita lebih mengutamakan di lokasi tersebut, namun jika tidak ada, kita lebih beralih ke lokasi yang sebelumnya sudah mengalami kekeringan," ulasnya.

Heru mengatakan, hal tersebut dilakukan agar lokasi yang sudah lama kekeringan seperti Meranti dan Bengkalis menjadi lembab, sehingga kemungkinan terjadinya kebakaran bisa diminimalisir.

"Untuk operasi Teknik Modifikasi Cuaca (TMC), jika tidak ada halangan yang sangat fatal akan kita lakukan setiap hari, sebab kita lebih cenderung mencegah daripada menanggulangi," tuturnya.

Sebelumnya, Heru juga mengatakan, operasi TMC diwacanakan akan dilaksanakan hingga pertengahan April mendatang. "Untuk mengisi waduk dan kanal yang diwacanakan Pemprov Riau, kita akan melaksanakan operasi TMC hingga April," tuturnya. (fad)
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)