Uki Mantan Gitaris Tegaskan Musik Haram, Ini Komentar Rhoma Irama

Admin
494 view
Uki Mantan Gitaris Tegaskan Musik Haram, Ini Komentar Rhoma Irama

DATARIAU.COM - Uki mantan gitaris Band Noah/Peterpan dengan tegas menyampaikan ke publik bahwa musik haram. Tentu pernyataan ini menjadi kontroversial di tengah masyarakat yang sudah terbiasa dengan musik. Keharaman musik sebenarnya sudah dijelaskan dalam Al Quran dan hadits-hadits shahih.

Seperti Firman Allah ‘Azza wa jalla,

“Dan di antara manusia ada orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” (QS. Lukman: 6)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwasanya setelah Allah menceritakan tentang keadaan orang-orang yang berbahagia dalam ayat 1-5, yaitu orang-orang yang mendapat petunjuk dari firman Allah (Al-Qur’an) dan mereka merasa menikmati dan mendapatkan manfaat dari bacaan Al-Qur’an, lalu Allah Jalla Jalaaluh menceritakan dalam ayat 6 ini tentang orang-orang yang sengsara, yang mereka ini berpaling dari mendengarkan Al-Qur’an dan berbalik arah menuju nyanyian dan musik. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, hal. 556/3)

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu salah satu sahabat senior Nabi berkata ketika ditanya tentang maksud ayat ini, maka beliau menjawab bahwa itu adalah musik, seraya beliau bersumpah dan mengulangi perkataannya sebanyak tiga kali.

Begitu juga dengan sahabat Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma yang didoakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam agar Allah memberikan kelebihan kepada beliau dalam menafsirkan Al-Qur’an sehingga beliau dijuluki sebagai Turjumanul Qur’an, bahwasanya beliau juga mengatakan bahwa ayat tersebut turun berkenaan dengan nyanyian.

Al-Wahidy berkata bahwasanya ayat ini menjadi dalil bahwa nyanyian itu hukumnya haram.

Dilansir dari insertlive.com bahwa Uki memutuskan berhenti dari group band yang telah membesarkan namanya lantaran profesi sebagai musisi tidak bisa dibanggakan di hadapan Allah.

"Untuk dari segi musiknya itu haram," ucap Uki seperti dilansir dari YouTube Belajar Sunnah.

"Jangan mau jadi pintu maksiat untuk orang lain memasuki maksiat itu sendiri. Tutup erat seeratnya. Jangan mau kita jadi pintu maksiat," sambungnya.

Pernyataan tegas yang disampaikan Uki ini kemudian disandingkan dengan jawaban seorang pemusik lainnya bernama Rhoma Irama, dimana pria legendaris dikenal sebagai raja musik dangdut itu menyebut musik bisa halal.

Hal itu disampaikan Rhoma saat seseorang bertanya saat dirinya berdakwah. "Maaf, saya lihat di berita-berita musik itu haram, gitar-gitar dibakarin. Itu bagaimana bang Haji?" tanya jamaah seperti dilansir dari video yang tersebar di YouTube.

"Gitar dibakarin? Waduuh jangan. Dulu zaman Nabi Muhammad nggak ada televisi, begitu ada tv media ini digunakan untuk dakwah. Begitu juga musik," kata Rhoma menjawab.

Malahan, Rhoma berujar bahwa musik bisa menjadi jalan kebenaran dan kebajikan saat tersesat dalam kemaslahatan.

"Bisa menjadi arus, ketika musik ini bisa membawa kepada kemaslahatan. Ketika musik ini bisa membawa kita kembali pada Allah," papar Rhoma Irama.

"Contohnya, kalau manusia di belakang senjata orang beriman, dia nggak akan nembak sembarangan. Begitu juga gitar, pisau, tergantung siapa yang megang gitarnya," imbuhnya.

Rhoma kembali menegaskan bahwa musik tidaklah haram malahan bisa menjadi media untuk berdakwah.

"Musik itu bisa dijadikan sebagai media komunikasi, media edukasi pendidikan, bahkan untuk dakwah," lanjut Rhoma Irama menyampaikan pendapatnya.

Tidak heran jika banyak yang menentang keharaman musik ini, bahkan penentangan tanpa dalil, hanya membawakan pendapat pribadi, sebab jika dicari dalil dari Al Quran dan hadits shahih tentang kehalalan musik, dipastikan tidak akan ditemukan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dahulu telah menyebutkan bahwa nanti akan ada sebagian orang yang akan menghalalkan musik ini, hal tersebut disampaikan dalam sabdanya,

”Sungguh akan ada sebagian dari umatku yang menghalalkan zina, sutera, minuman keras, dan alat-alat musik.” (HR. Bukhari, no. 5590).

Jika hal haram digunakan untuk kemaslahatan, tentu hal ini tidak akan mungkin. Itu hanya perasaan kita manusia saja yang merasa lagu-lagu yang isinya bertujuan untuk mendakwahkan manusia kepada kebaikan atau nasyid-nasyid Islami yang mengandung ajakan manusia untuk mengingat Allah mengandung kebaikan.

Kebaikan hanya menurut nafsu kita manusia, kalau lah Allah dan Rasul-Nya menganggap musik adalah baik dan menjadi salah satu cara terbaik dalam berdakwah, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beserta para sahabat adalah orang-orang yang paling pertama kali melakukan hal tersebut. Akan tetapi tidak ada satu pun cerita bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya melakukannya, bahkan mereka melarang dan mencela hal itu. (red)