Tim ASA 2023, Nilai Siak Layak Wakil Indonesia

Hermansyah
1.106 view
Tim ASA 2023, Nilai Siak Layak Wakil Indonesia
Wakil Bupati Siak H Husni Merza BBA MM.

SIAK, datariau.com - Kementrian Kesehatan RI menetapkan Kabupaten Siak satu dari sebelas kabupaten dan kota di Indonesia masuk nominasi dalam ajang Asean Smoke Free Award (ASA) 2023 atau Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Asean Smoke Free Award (ASA) tindaklanjut Asean bebas rokok, merupakan hasil pertemuan ke-4 Asean yang berlangsung di Laos pada Maret 2018 lalu.

Forum ini, menyepakati usulan pemberian Asean Smoke Free Award (ASA) kepada provinsi/kabupaten/kota di tingkat regional, yang menerapkan regulasi tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Wakil Bupati Siak H Husni Merza BBA MM mengatakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) bukan hal yang baru bagi Siak. Karena menurutnya, Kabupaten Siak sudah memiliki Perda Nomor 13 Tahun 2018 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sejak enam tahun lalu.

"Tentu satu kebanggan bagi kami, bahwa Kabupaten Siak terpilih menjadi agenda besar Asean Smoke Free Award (ASA) tahun 2023 ini, dan yang terpilih menjadi nominasi 11 kabupaten dari seluruh Indonesia," kata Husni Merza berlangsung di Zamrud Room, Komplek Abdi Praja, Siak Sri Indrapura, Rabu (6/9/2023).

"Tentunya ini menjadi hal yang luar biasa bagi kami warga Kabupaten Siak," ujar Wakil Bupati Siak saat menyambut tim monitoring evaluasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR), beranggota lintas Kementrian untuk Asean Smoke Free Award (ASA) di Kabupaten Siak.

Momentum hari ini, dikatakan Husni menjadi kekuatan tambahan bagi Pemerintah Daerah Siak untuk terus meningkatkan kinerja kawasan tanpa rokok. "Semoga Kabupaten siak menjadi bagian yang terpilih dalam ajang ASA Tahun 2023 nanti," ucap Husni.

Terkait agenda ini, sebelumnya Pemkab Siak telah mendeklarasikan kawasan tanpa rokok dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Siak H Husni Merza BBA MM diikuti pimpinan OPD dan disaksikan ribuan ASN pada upacara Senin bersama dihalaman Kantor Bupati Siak.

Dihadapan para tim penilai, Husni menyampaikan langkah-langkah konkret yang dapat mendukung Perda KTR yaitu, dengan membuat aturan larangan merokok di tempat umum dan tempat kerja, melakukan kampanye penyadaran masyarakat tentang bahaya rokok di seluruh kecamatan dan perintah hidup sehat.

"ASA 2023 adalah kesempatan bagi kita untuk melihat sejauh mana kita telah mencapai tujuan dan mengidentifikasi area dimana kita perlu melakukan perbaikan lebih lanjut dalam upaya kawasan tanpa rokok," sebut Husni.

Ketua Tim Kerja PPAT Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementrian Kesehatan RI Benget Saragih menyampaikan dalam mendukung kegiatan ASA 2023.

Dia katakan, Indonesia merupakan bagian dari anggota Asean ikut berpartisipasi dalam kampanye tersebut, dan menyelenggarakan seleksi calon nominasi ASA sebagai Wakil Indonesia.

"Baru tahun ini, kita berani mengusulkan, dari 354 kabupaten/kota yang sudah punya Perda KTR, kami telah menemukan 11 kabupaten/kota yang telah memenuhi syarat untuk diusulkan menjadi nominasi ASA, salah satunya Kabupaten Siak," kata Benget Saragih.

Dia juga mengapresiasi langkah Pemkab Siak yang berani tidak pungut pajak dari rokok dan menegakkan Perda Nomor 13 Tahun 2018 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dengan menertibkan iklan rokok.

"Ini poin besar, bapak berani tidak ambil pajak rokok dan resikonya, sudah tentu PAD turun. Ngak masalah, ini sudah benar, artinya bapak sudah menyelamatkan generasi yang unggul dan sehat kedepan," ujar Benget Saragih.

"Sebagaimana cita-cita bangsa ini, menyiapkan generasi yang sehat dan produktif pada tahun 2045 mendatang," ungkapnya.

Selain itu, Pemkab Siak dalam penerapan KTR di dukung dengan inovasi menarik seperti Mas Bro 'Masyarakat Bebas Asap Rokok'. Menurutnya ini juga menambah poin nilai. Termasuk didukung sejumlah penghargaan dan yang terpenting Siak ada Perda Kabupaten Layak Anak dan Perda Siak Hijau.

"Siak juga meraih Kota Layak Anak kategori utama. Jadi, lengkap sudah Siak ini, penghargaan dan upaya yang sudah dilakukan. Nantinya kami selaku tim monitoring dan evaluasi sesuai yang dipaparkan pak Wakil Bupati tadi ada 7 tatanan, di dalam Perda KTR menjadi objek nilai kami," ungkapnya.

Dia kembali berharap Kabupaten Siak dapat mewakili Indonesia pada ajang Asean Smoke Free Award (ASA) 2023. "Kita sama-sama dukung ya, semoga Kabupaten Siak mampu menyisihkan 10 nominasi lainnya," sebut Benget Saragih.

"Saya saat masuk gerbang Kota Siak, saya seperti berada di Singapura. Jadi, Siak ini, Singapura nya Indonesia, cuma ngak ada gedung-gedung bertingkat, terasa nyaman dan bersih," ucapnya.

Pertemuan tersebut, turut dihadiri dari Perwakilan Kementerian Sosial RI, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Kesehatan, Kementrian PPPA, Asisten, Kepala Dinas Kesehatan Siak, para Pimpinan OPD dan Perwakilan OPD serta para Camat.(***)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)