Tes PCR Dibisniskan, Anggota DPR Mardani: Bongkar Sampai ke Akar!

Ruslan
537 view
Tes PCR Dibisniskan, Anggota DPR Mardani: Bongkar Sampai ke Akar!
Foto: Warta Ekonomi
Anggota DPR RI, Mardani Ali Sera.

PEKANBARU, datariau.com - Ihwal isu dugaan bisnis polymerase chain reaction (PCR) oleh salah satu menteri presiden Joko Widodo menuai respons dari banyak pihak. Salah satunya datang dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Mardani Ali Sera, yang disampaikan melalui akun twitter pribadinya.

Menurut Mardani, dugaan bisnis tersebut harus diusut sampai tuntas. Hal ini karena PCR telah menjadi syarat bagi masyarakat untuk melakukan berbagai kegiatan. Terlebih bepergian menggunakan moda transportasi.

?Hal ini mesti dibongkar hingga ke akar benar tidaknya. Wajar jika publik menaruh curiga tes PCR ini dijadikan ladang bisnis bagi pejabat pemerintah. Karena itu hajat hidup orang banyak harus dikontrol, tidak boleh serakah. Belum lagi kerap berubah aturan pemerintah mengenai syarat penerbangan,? cuitnya pada Rabu (3/11/2021).

Selanjutnya, Mardani menaruh harapan besar kepada aparat penegak hukum untuk menyelesaikan kasus tersebut. Selain itu, ia menerangkan pentingnya tanggungjawab pemerintah dalam mengontrol semua masalah dalam menangani Covid-19.

?Semua kecurigaan publik mesti dijawab secara profesional, aparat penegak hukum pun bisa menelusuri benar/tidaknya. Dan mestinya segala bentuk tes untuk mendeteksi Covid-19 merupakan kontrol pemerintah, sehingga pembiayaannya juga merupakan tanggungjawab pemerintah,? lanjutnya.

Lebih lanjut, Mardani menjelaskan pemerintah telah mempunyai anggaran untuk penanggulangan wabah. Namun, ia menyayangkan hal itu belum dapat dimaksimalkan sehingga dapat merugikan masyarakat.

?Bukan malah dibebankan kepada masyarakat. Negara sudah punya pendanaan untuk segala bentuk tes Covid-19, jika negara lain bisa menggratiskan mengapa Indonesia tidak? Terkesan aneh apabila dibebankan kepada rakyat,? tulisnya. (dul)

Penulis
: Abdul Hadi
Editor
: Ruslan Efendi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)