Terungkap, Mayat Perempuan di Septic Tank Ternyata Korban Pembunuhan, Polres Bengkalis Tangkap 4 Pelaku

datariau.com
1.553 view
Terungkap, Mayat Perempuan di Septic Tank Ternyata Korban Pembunuhan, Polres Bengkalis Tangkap 4 Pelaku
Foto: Denni
Konferensi pers pengungkapan kasus penemuan mayat perempuan di septic tank, Polres Bengkalis berhasil menangkap 4 pelaku.

BENGKALIS, datariau.com - Teka-teki seputar mayat perempuan yang ditemukan di dalam septic tank samping rumahnya sendiri, di Jalan Bantan, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, pada Ahad (1/4/2022) lalu, akhirnya terkuak.

Mayat perempuan tersebut ternyata korban pencurian dengan kekerasan, pelakunya berinisial RS (19), AA (22) sebagai eksekutor dan dua anak dibawah umur berperan sebagai informan, inisial SS (16) dan DS (13).

Kasatreskrim Polres Bengkalis AKP Meki Wahyudi, dalam jumpa pers di Mako Polres Bengkalis, Rabu (13/4/2022), menerangkan, pengungkapan ini berawal dari hasil forensik adanya jejak cekikan di leher korban dan trauma di bagian dadanya, sehingga dilakukan serangkaian penyelidikan dan mengetahui bahwa pelakunya adalah RS dan AA.

Dijelaskan AKP Meki Wahyudi, kedua tersangka RS dan AA setelah melakukan aksinya, mereka melarikan diri ke Provinsi Sumatera Utara dan Kepulauan Riau.

?Kita berhasil mengamankan tersangka RS pada Rabu (6/4/2022) di Tebing Tinggi, Provinsi Sumatera Utara, namun saat dilakukan proses penangkapan tersangka RS mencoba melawan dan melarikan diri sehingga kami lakukan tindakan tegas terukur ke arah betisnya,? ungkap Kasatreskrim AKP Meki Wahyudi.

?Sedangkan tersangka AA kami tangkap saat sedang memukat ikan di atas kapal, di Kepulauan Riau tepatnya di Pasir Panjang, Kabupaten Lingga, Sabtu (9/4/2022). Namun pada saat penangkapan tersangka AA mencoba melawan dan melarikan diri, sehingga petugas menghadiahi timah panas di betisnya,? sambungnya.

Dibeberkan AKP Meki Wahyudi, selain dua tersangka utama ini, pihaknya juga mengamankan dua tersangka anak dibawah umur yang terlibat dalam kasus pencurian dengan kekerasan tersebut.

?Selain kedua orang yang kami tangkap RS dan AA, kami juga mengamankan dua tersangka lainnya yaitu DS dan SS yang merupakan anak dibawah umur, namun tidak kami lakukan penahanan karena masih anak dibawah umur, mereka berdua memiliki peran tukang gambar rumah,? ucapnya.

Pada saat kejadian itu, tersangka DS dan SS melakukan survei ke rumah korban, yang mana tersangka DS melihat rumah dalam keadaan sepi, hanya ada anak-anak dan korban, lalu mengabarkan hal itu kepada kedua tersangka RS dan AA.

?Di situ berawal tindak pencurian dengan kekerasan ini, dimana yang pertama kali masuk dalam rumah korban adalah RS, kemudian masuk ke kamar bagian tengah, di sana RS mendapatkan satu hp Vivo bewarna silver,? kata AKP Meki Wahyudi menceritakan kronologisnya.

Sedangkan posisi tersangka AA masih berada di rumah kosong di sebelah rumah korban bersama tersangka DS, kemudian RS keluar dari rumah korban dan melaporkan bahwasannya dia hanya mendapatkan satu unit hp dan melihat ada anak-anak dan korban di dalam rumah.

?Mendegar laporan itu, timbul niat AA untuk melakukan tindakan kekerasan, mereka balik ke rumah itu dan tersangka RS langsung melakukan pencekikan kepada korban dan dilanjutkan tersangka AA mengikat leher korban dengan ikat pinggang yang ditemukan di dalam rumah korban, serta mereka menyeret korban ke belakang rumah,? jelasnya.

Penulis
: Denni France
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
Tag:mayat
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)