Ternyata Ada Lima Desa Budaya di Kabupaten Kampar, Terbanyak se Indonesia

Midas
1.211 view
Ternyata Ada Lima Desa Budaya di Kabupaten Kampar,  Terbanyak se Indonesia
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Zulia Dharma didampingi Kabid Kebudayaan Jhon Mainir

BANGKINANG KOTA, Datariau.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan 359 desa se Indonesia sebagai Desa Budaya, uniknya lagi ternyata yang mendapatkan kuota terbanyak adalah Provinsi Riau, tepatnya Kabupaten Kampar.

Lima desa yang di nobatkan sebagai desa wisata yaitu Desa Tanjung, Desa Gunung Bungsu, Desa Muara Takus, Desa Kuok dan Desa Koto Lamo. Semuanya masuk kedalam kategori desa situs kebudayaan, punya helat budaya yang masih rutin, dan mempunyai cagar budaya.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Zulia Dharma saat ditemui datariau.com diruang kerjanya, Selasa (1/3/2022)

"Kami sangat bersyukur sekaligus bangga karena lima desa yang ada di Kabupaten Kampar masuk sebagai Desa Budaya berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 1134/F5/KB.02.04/2021. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 2 April 2021" terangnya.

Lebih lanjut Zulia menerangkan Harapan kami mari kita bersinergi menghidupkan kembali budaya lokal dan melestarikan nya sehingga para generasi muda akan lebih tahu akan budaya yang ada di sekelilingnya.

Apalagi pemerintah pusat mentargetkan pada tahun 2024 nanti seluruh desa yang ada di Indonesia masuk kedalam Desa Wisata dan Desa Budaya.

Pengembangan budaya yang sifatnya bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, jangan lagi kami hanya dijadikan tamu undangan. Kedepan nya akan lebih baik perlunya komunikasi intens dengan pihak desa, Kecamatan hingga ke dinas.

"Apalagi Pemda Kampar sudah berinisiatif melakukan kerjasama tentang wisata dan budaya dengan Pertamina Hulu Rokan, CSR Bank Riau Kepri, dan Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata Provinsi Riau. Dan saat ini kami terus melakukan pengembangan wisata dan budaya Kabupaten Kampar ketingkat nasional hingga ketingkat Internasional, sebagai contoh Candi Muara Takus sudah diusulkan ke UNESCO sebagai Warisan Kebudayaan Dunia" Ungkap Zulia Dharma.

Hal senada juga disampaikan Kepala Bidang Kebudayaan Jhon Mainir.


"Kami menambahkan apa yang telah disampaikan Pak Kadis, bahwa harapan kami, jadikanlah kebudayaan daerah (Kabupaten Kampar) sebagai mata pelajaran di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, jadi tidak hanya di jadikan sebagai kegiatan extrakurikuler semata"harap Jhon.

Termasuk merencanakan apa yang didapat setelah desa budaya di SK kan. Mari bekerjasama dengan semua pihak hingga nantinya bisa melahirkan sebuah Perbup, dan paling kurang mendapatkan Surat Edaran sehingga bermuara kepada muatan lokal dan anggaran bisa didapatkan dari Dana Desa bahkan hingga ke APBD.

Sementara itu Ketua Desa Budaya dan Daya Desa Kabupaten Kampar Iskandar Dinata didampingi Amirullah, Sendi Alfagari mengatakan sangat bersyukur akan dinobatkan nya lima desa di Kabupaten Kampar sebagai Desa Budaya.


Lebih lanjut pria yang bergelar Datuk Paduko Rajo ini berharap perhatian khusus dari Pemerintah Daerah dan Stake Holder.

"Harapan kami kedepannya ada kerjasama di bidang kebudayaan antara lima desa yang menyandang Desa Budaya dengan Pemda Kampar. Apalagi dengan adanya Desa Budaya dapat menjadi contoh bagi desa lain, menghidupkan dan melestarikan budaya dan kearifan lokal, apalagi budaya itu sebenarnya berasal dari desa" Tutupnya.(Das)

Penulis
: Midas
Editor
: Mirdas Aditya
Sumber
: DataRiau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)