Stadion Utama Riau tak Terawat Jadi Sarang Maksiat

4.631 view
Stadion Utama Riau tak Terawat Jadi Sarang Maksiat
Stadion Utama Riau kotor dan tak terawat. (foto: ist)
PEKANBARU, datariau.com - Stadion Utama Riau yang dibangun sebagai stadion serbaguna di Pekanbaru, Riau, Indonesia selesai dibangun pada tahun 2012, digunakan terutama untuk pertandingan sepak bola saat menjadi tuan rumah upacara pembukaan dan penutupan Pekan Olahraga Nasional 2012 serta Islamic Solidarity Games 2013.

Namun saat ini, stadion yang mampu menampung 44.000 penonton dan dibangun dengan dana Rp1,18 triliun ini tak terawat lagi dan menjadi sarang maksiat. Stadion ini dibangun pada tahun 2009 dan selesai pada tahun 2012 sebelum pembukaan PON ke-XVIII tahun 2012 yang dilaksanakan di Riau.

"Miris melihat Stadion Utama Riau.. Mubazir..," tulis masyarakat Kota Pekanbaru Yuyun Sri Yuningsih dalam akun facebooknya, Ahad (28/12/2014).

Stadion Utama Riau ini juga pernah dinominasikan sebagai salah satu stadion terbaik dunia oleh situs www.stadiumdb.com dan situs www.stadiony.com. Masyarakat Kota Pekanbaru dan Riau yang pernah merasakan kemegahan stadion ini kala adanya event pertandingan sepak bola di stadion tersebut.

Namun, saat ini stadion menjadi terlantar tidak terawat, sampah di mana-mana dan dijadikan sarang maksiat serta markas kelompok pelaku aksi kejahatan.

"Gak tahu juga kenapa bisa terlantar begini, barang kali karena masalah yang belum tuntas antara pihak kontraktor dengan Pemerintah Provinsi Riau ya. Kan masih hutang makanya stadion ini belum diserahterimakan oleh pihak kontraktor kepada Pemprov Riau, maka terlantar begini," ujar warga lainnya Suratmi.

Stadion yang telah menjerat beberapa anggota DPRD Provinsi Riau dan pejabat di Lingkungan Pemerintah Provinsi Riau akibat korupsi dana pembangunan stadion dan sarana olahraga lainnya sewaktu persiapan PON, juga sudah ditumbuhi rumput liar dimana-mana.

"Kalau malam hari, hanya beberapa bagian yang ada lampu, selebihnya lebih banyak yang gelap dan rawan menjadi tempat mesum dan aksi kejahatan. Katanya tak ada lagi jaringan listrik sini, sudah diputus PLN karena tak dibayar oleh pemerintah," ujar warga lainnya Zardi, saat ditemui di sekitaran stadion malam tad.

Stadion ini pun pernah menjadi markas geng motor sadis yang dipimpinan Klewang. Hal tersebut terjaid karena kawasan stadion memang strategis untuk dijadikan markas kejahatan, selain sepi dan gelap, banyak ruangan yang bisa ditempati kelompok aksi kejahatan untuk bersembunyi dan mengatur strategi.

"Kalau lah dikelola dengan baik, tentu ini menjadi ikon Provinsi Riau yang luar biasa. Ini kita mau joging aja dimintai parkir tak jelas sama pemuda setempat. Kemana uangnya, ini namanya premanisme," keluh warga. (rik)
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)