Sadarlah Umat Islam Dunia, Saudara Kita di Gaza Semakin Menderita

Oleh: Suci Sundari, S.S
datariau.com
344 view
Sadarlah Umat Islam Dunia, Saudara Kita di Gaza Semakin Menderita
Ilustrasi. (Foto: Internet)

DATARIAU.COM - Serangan Israel di Gaza Tengah pada kamis (10/7/2025) menewaskan sedikitnya 15 orang, termasuk 10 anak-anak, saat zionis memborbardir kerumunan warga di dekat layanan kesehatan. Korban merupakan keluarga-keluarga yang sedang mengantre untuk mendapatkan makanan dan perawatan medis di Deir al-Balah.

Menyusul insiden tersebut, Project Hope sebagai pengelola klinik memutuskan untuk menghentikan sementara layanan kesehatan di lokasi tersebut. Organisasi kemanusiaan ini menyatakan bahwa kegiatan klinik akan ditutup sampai pada pemberitahuan resmi berikutnya.

Dilansir melalui The Guardians, pada Jumat (11/7/2025) kepala eksekutif LSM, Rabih Torbay mengatakan “Pagi ini, keluarga-keluarga tak berdosa diserang tanpa ampun saat mereka mengantre menunggu pintu dibuka. Ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum humaniter internasional.”

Berdasarkan laporan Kementrian Kesehatan Palestina, aksi militer Israel di Jalur Gaza telah menelan korban jiwa sebanyak 67 orang dalam kurun waktu satu hari. Di antaranya, 15 korban tewas dalam lima serangan berbeda yang terjadi di Kota Gaza.

Sementara itu, pihak militer Israel menyatakan bahwa serangan mereka ditujukan kepada seorang anggota bersenjata Palestina yang terlibat dalam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Mereka mengakui adanya laporan warga sipil yang menjadi korban menyatakan bahwa kejadian tersebut sedang dalam proses penyelidikan.

Di tengah negosiasi gencatan senjata 60 hari yang masih berlangsung, Presiden AS Donald Trump menyatakan optimis bahwa kesepakatan mungkin tercapai dalam satu hingga dua minggu kedepan, sementara Israel bersikeras ingin melanjutkan operasi militer di Gaza pasca-gencatan senjata dan Hamas menuntut jaminan penghentian permanen pertempuran dari Israel.

Gaza Semakin Menderita

Gaza terus mengalami serangan dengan cara-cara yang semakin kejam. Bahkan Gaza disinyalir menjadi tempat uji coba senjata baru. Rezim zionis disebut menggunakan berbagai cara untuk mempersulit kehidupan warga Gaza, seperti menahan bantuan makanan hingga menyebabkan kelaparan, atau menyerang warga yang sedang mengantre bantuan.

Situasi di Gaza sudah jauh melampaui batas kemanusiaan. Sayangnya, alih-alih membantu menghentikan serangan, beberapa pemimpin negara Muslim justru terlihat akrab dengan Israel. Hal ini dianggap sebagai bentuk pengkhianatan terhadap rakyat Palestina.

Banyak pengamat yang mengkritik tindakan Israel, namun hal yang disayangkan bahwa sampai saat ini belum ada solusi nyata yang ditawarkan untuk menghentikan penderitaan warga Gaza.

Akar Masalah

Setelah berakhirnya Perang Dunia I, gelombang migrasi warga Yahudi Zionis ke wilayah Palestina meningkat drastis dengan dukungan dari Amerika Serikat dan Inggris. Situasi ini semakin memperburuk penderitaan rakyat Palestina setelah Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengeluarkan Resolusi 181 pada akhir tahun 1947.

Dari peristiwa inilah cikal bakal berdirinya negara Zionis bermula. PBB kemudian mengusulkan solusi dua negara melalui UN Partition Plan tahun 1947, yang bertujuan membagi wilayah Palestina menjadi dua entitas: satu untuk kaum Yahudi Zionis, dan satu lagi untuk penduduk asli Palestina.

Dengan memahami latar belakang berdirinya negara Zionis di wilayah Palestina, seharusnya umat menyadari bahwa akar persoalan di Palestina adalah penjajahan oleh Zionis yang mendapat dukungan kuat dari negara-negara Barat. Oleh karena itu, sulit untuk menerima solusi dua negara sebagai jalan menuju perdamaian, karena justru dari rencana inilah muncul entitas penjajah bernama Zionis di tanah Palestina --tanah yang telah menjadi milik kaum Muslim selama berabad-abad dan dijaga oleh para khalifah sepanjang sejarah.

Menyetujui solusi dua negara juga berarti memberikan pengakuan terhadap penjajahan, membenarkan tindakan kekerasan, dan mengakui eksistensi negara Zionis. Sikap seperti ini bertentangan dengan semangat para khalifah terdahulu yang dengan penuh keteguhan membela dan mempertahankan Palestina dari ancaman penjajahan dan intervensi Barat.

Solusi Hakiki

Sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk seluruh masyarakat, khususnya umat Islam, untuk segera menerapkan solusi hakiki bagi permasalahan Palestina secara serius dan berkelanjutan.

Umat Islam harus konsisten menyebarkan pemahaman bahwa solusi hakiki bagi Palestina hanya akan terwujud melalui jihad dan tegaknya Khilafah. Setiap Muslim yang telah memahami hakikat persoalan ini wajib mendakwahkan saudara-saudaranya yang belum sadar. Upaya ini akan membangkitkan kesadaran umat dan memperkuat persatuan umat di atas landasan ideologi Islam yang benar.

Ketika kesadaran umat telah terbentuk di kalangan mayoritas musllim, umat akan konsisten berjuang melalui metode dakwah Rasululluh Shalallahu alaihi wasallam. Hanya dengan mengikuti manhaj Nabi inilah kemenangan hakiki akan tercapai. Umat harus dijauhkan dari metode perjuangan yang tidak sesuai syar’i seperti people power atau jalur demokrasi/parlemen yang terbukti tidak efektif.

Para pengemban dakwah harus tetap teguh dan waspada terhadap berbagai ancaman, baik ancaman materi maupun pemikiran menyimpang. Kedua bentuk ancaman ini dapat menjauhkan umat dari metode dakwah yang benar. Keyakinan harus tertanam kuat bahwa hanya dengan mengikuti thariqah Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam-lah kemenangan umat Islam akan tercapai, termasuk pembebasan Palestina dari penjajahan Zionis.

Wallahu'alam bishawab.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)