Rekonstruksi Pembunuhan Wanita di Kamar Hotel, Korban Masih Sanggup Berdiri Setelah 27 Kali Ditikam

Admin
277 view
Rekonstruksi Pembunuhan Wanita di Kamar Hotel, Korban Masih Sanggup Berdiri Setelah 27 Kali Ditikam
Gambar: Merdeka.com
Rekonstruksi pembunuhan wanita muda di Polsek Samarinda Kota, Senin (22/11). ©2021 Merdeka.com/Saud Rosadi

DATARIAU.COM - Polsek Samarinda Kota menggelar rekonstruksi pembunuhan terhadap wanita muda berinisial RA (12) di kamar Hotel MJ Samarinda. Dalam reka ulang ini, tersangka Rudi (23) memperagakan 53 adegan.

Sebelum peristiwa nahas itu, Rudi dan RA memang sempat cekcok hingga akhirnya tersangka 27 kali menikam korban dengan pecahan kaca rias di dalam kamar hotel. Itu tergambar dalam adegan 39 dan 40.

Meski terluka 27 tikaman, korban RA masih sempat berdiri meski akhirnya rebah dan tewas bersimbah darah. Kondisinya digambarkan pada adegan 49.

Kondisi terakhir korban sempat dilihat tersangka Rudi. Dia kemudian keluar kamar sambil membawa barang-barang korban.

Kapolsek Samarinda Kota AKP Creato Sonitehe Gulo mengatakan, 53 adegan menggambarkan jelas pembunuhan dilakukan tersangka Rudi. Peristiwa itu memang diawali cekcok tersangka bersama Rudi.

"Berawal dari perselisihan korban dan pelaku. Menurut tersangka, korban sudah menipunya karena dia sudah serahkan uang, sedangkan korban mau keluar kamar, seolah menolak berhubungan badan," kata Gulo ditemui seusai rekonstruksi di Mapolsek Samarinda Kota, Jalan Bhayangkara, Senin (22/11).

Setelah menikami korban dengan 27 tusukan, pelaku masih berada Samarinda sebelum akhirnya ke Kutai Barat dan berhasil ditangkap. "Alasan ke keluarganya dia mau cari kerja di Kutai Barat," ungkap Gulo.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Samarinda, Darto menyatakan, rekonstruksi memperlihatkan indikasi kuat tersangka membunuh korban. "Kemungkinan kasus pembunuhan ini ada. Kalau (pembunuhan) berencana belum saya lihat. Tapi pembunuhannya sudah ada," kata Darto di lokasi rekonstruksi.

"Kami masih pelajari berkas perkara. Kami akan laksanakan pembelaan maksimal," sebut Nursandy, kuasa hukum tersangka Rudi di kesempatan yang sama.