Punya Kebiasaan Aneh, Bocah 10 Tahun di Sumut Kecanduan Minum Bensin

Yoga
49 view
Punya Kebiasaan Aneh, Bocah 10 Tahun di Sumut Kecanduan Minum Bensin
Gambar : suarasumut.id
Bocah 10 tahun beri

DATARIAU.COM - Bocah 10 tahun berinisial AY di KotaTanjung Balai, Sumatera Utara (Sumut) punyakebiasaan aneh, yaitu mengkonsumsibensin. Diungkap oleh Ucy Ruby Atmaja, ibu kandung bocah tersebut bahwa kebiasaan mengkonsumsi BBM yang dilakukan anaknya sudah berlangsung selama 6 tahun dan sebagai orang tua, Ucy berulang kali melarang.

"Kalau dilarang, sebagai orang tua, saya lakukan. Hanya saja saat lengah, dia selalu mencari (bensin). Sempat dia lupa, tapi ingat lagi, diminum lagi," kata Ucy, Kamis (23/9/2021).

Diungkapkannya, AY merupakan anak ketiga. Dirinya pertama kali mengetahui sang buah hati minumbensinsaat mencium bau mulutnya. Ucy juga sempat menyelidiki sendiri hingga akhirnya mengetahui AY suka minum bensin.

"Kalau enggak dikasih, dia nyari sendiri, tapi diam-diam. Pernah saat saya sakit, malam-malam dia pergi dari rumah. Saat dicari, ditemukan dia lagi ngambil bensin dari becak orang lain," jelasnya.

Merasa penasaran, Ucy pernah bertanya kepada anaknya terkait siapa orang yang mengajari untuk minum bensin. Pengakuan AY, seorang pria yang tidak dikenal memberinya bensin dan menyuruhnya untuk minum.

Ucy mengaku berbagai upaya sudah dilakukan agar kebiasaan aneh anaknya tersebut bisa hilang. Namun, tetap saja AY ketergantungan minumbensin. Ucy juga mengaku butuh banyak biaya untuk mengobati anaknya, dan merehabilitasinya.

"Kemarin sempat diperiksa, ada gejala mual, tapi tidak muntah," ujarnya.

Ka BP Lanal TBA, dr Kurnia Budi, dokter yang memeriksa mengatakan, saat diperiksa AY mengeluhkan sakit di bagian perutnya. Menurut Kurnia, sejauh ini masih bagus dikarenakan AY sudah lama tidak mengkonsumsibensin.

"Karena orang tuanya terus memperhatikan untuk menghilangkan kebiasaan buruk dari anak tersebut," terang Kurnia.

Kurnia menjelaskan,tindak lanjut yang dilakukan Lanal TBA yakni memberikan pengobatan awal untuk AY. Pihaknya juga memberikan edukasi dan pengobatan awal, baik untuk sang anak dan orangtuanya.

"Kami beri perhatian khusus untuk meghilangkan kebiasaan buruknya, serta memberikan obat dan vitamin. Anak ini susah makan., makanya kita beri vitamin," Kurnia menandaskan. (*)

Source : liputan6.com

Editor
: Sindy Aprilia