PT ACS Perawang Diduga Rubah Fungsi dan Gunakan Gorong Buang Limbah ke Sungai

Hermansyah
957 view
PT ACS Perawang Diduga Rubah Fungsi dan Gunakan Gorong Buang Limbah ke Sungai
Gorong-gorong pembuangan limbah PT Accillian Cipta Sejahtera (ACS) Perawang.

SIAK, datariau.com - Sejak berdirinya salah satu perusahaan pengepakan pupuk (gudang) yang ada di wilayah Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Provinsi Riau beberapa waktu lalu, membuat lahan warga rusak atau tanaman mati, diduga akibat pembangunan perusahaan ini.

PT Ancilian Cipta Sejahtera (ACS) yang berdiri di Kecamatan Tualang ini memanfaatkan daerah aliran sungai (DAS) menggunakan gorong gorong (cincin sumur) langsung menuju aliran anak sungai tersebut.

Kabar yang beredar di masyarakat, selain merusak ekosistem sekitar perusahaan, tanaman sawit turut rusak atau mati diduga akibat pembangunan perusahaan ini.

Hal itu dikuatkan dengan informasi salah satu warga yang tidak ingin namanya disebutkan di laman berita ini, ia mengatakan, sebelumnya limbah hasil cucian yang dialirkan ke sungai merusak tanaman dan ekosistim asli aliran sungai.

Penghulu Kampung Pinang Sebatang Barat Herman saat dihubungi melalui sambungan seluler, Kamis (17/9/2020) mengatakan, bahwa ada satu lahan warga yang lahanya terganggu dan tanaman sawitnya ikut rusak, soal ganti rugi itu sebelumya sudah dibahas dan yang pastinya, dia meminta media tanyakan kepada warga bersangkutan.

"Sudah bro. Lahan warga itu rusak, dan beberapa tanaman sawit warga itu juga ikut mati, terkait hal ini coba koordinasi dengan beberapa warga yang komplain itu," sebut Penghulu Herman.

Sementara itu, dihubungi pimpinan PT Ancilian Cipta Sejahtera (ACS) Perawang Tiama melalui sambungan kontak seluler pada Kamis (17/9/2020), dia mengatakan telah menanggulangi bahkan membuat kanal baru.

"Tanggulangi sudah bang, buat kanal baru juga bersama pemerintahan desa sebelumnya, atau abang bisa konfirmasi Bapak Joni Akbar ya," kata Tiama.

Dikatakan kapasitas Joni Akbar sebagai apa di perusahaan tersebut, Tiama menyebutkan bahwa Joni Akbar merupakan kuasa untuk menyelesaikan persoalan di belakang perusahaan tersebut.

"Dia kuasa kami bang untuk menyelesaikan ini bang, kita telah kuasakan semuanya kepada Joni Akbar bang," imbuhnya.

Terkait perubahan fungsi daerah aliran sungai (DAS) dan pipa pembuangan langsung ke arah anak sungai itu, Tiama menyebutkan sebelumnya telah dibahas dengan Pemerintahan Kampung Pinang Sebatang Barat.

"Ini kemaren kita juga telah kita selesaikan dengan orang desa bang, sudah kita gali dan alirkan semuanya aliran air ini seperti biasa, dan tidak ada komunikasi yang lain lain lagi gitu bang," dalihnya.

Hingga berita ini tayang dilaman datariau.com, Jumat (18/9/2020) sekira pukul 15.20 WIB, media ini masih terus menggali informasi ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Siak terkait perubahan dan pipa pembuangan perusahaan langsung ke aliran sungai tersebut. (eman)

Penulis
: Hermansyah
Editor
: Hermansyah
Sumber
: Datariau.com