Pengusaha di Pekanbaru Resah, Ada Oknum Media Modus Liputan Ternyata Penipuan

datariau.com
1.884 view
Pengusaha di Pekanbaru Resah, Ada Oknum Media Modus Liputan Ternyata Penipuan
Foto: Ist.
Waspada liputan bodong, hasil wawancara tidak tayang.

Kepada pengusaha diminta agar lebih waspada, jika ada media menghubungi ingin melakukan liputan terhadap usaha yang dijalankan, maka segera tanyakan apakah untuk kebutuhan rubrik media atau dalam bentuk advertorial.

Jika liputan itu untuk memenuhi proyeksi media mengisi rubrik, maka liputan tersebut seharusnya gratis, karena untuk kepentingan media tersebut, pihak pengusaha tidak perlu membayarnya, sifatnya simbiosis mutualisme, saling menguntungkan, pihak media mendapatkan konten, sementara pihak pengusaha mendapat publikasi gratis, biasanya konsep seperti ini disesuaikan dengan kebutuhan media.

Sementara liputan advertorial, adalah liputan berbayar dengan nominal yang disepakati. Biasanya pihak media mengirimkan rate card, yaitu daftar harga dan layanan yang akan diberikan pihak media kepada pengusaha. Jika sudah deal, maka dilakukan liputan, disesuaikan dengan gaya konten media dan keinginan pihak usaha demi tercapainya publikasi dan promosi yang maksimal.

Jika di luar tersebut di atas, seperti kasus yang telah menimpa beberapa pengusaha, pihak media menghubungi ingin melakukan liputan, kemudian tanpa ada pembicaraan jenis liputan apa yang akan dilakukan dari awal, maka kondisi ini rawan terjadi penipuan. Pihak oknum media dengan tim akan mendatangi pengusaha lengkap dengan kamera, biasanya mereka tidak akan mengundang ke kantor media, juga tidak ingin melakukan liputan di tempat pengusaha, mereka lebih nyaman di tempat umum agar jejaknya nanti tidak mudah ditemui.

Setelah selesai diliput dan ditanya-tanya, pihak oknum media akan meminta bayaran di depan untuk liputan tersebut. Jika kita berada di posisi pengusaha, akan terkejut plus takut, karena posisi berhadapan dengan media, jika tidak dibayar bisa berbalik beritanya dan bisa saja dicari-cari kesalahan pengusaha, kemudian terpaksa membayar.

Pastikan media yang menghubungi Anda jelas keberadaannya, jelas alamat kantor, legalitas, dan memenuhi syarat sebagai perusahaan pers, bukan media abal-abal. Hal ini bisa ditelusuri dari seluruh media sosialnya dan websitenya, bila perlu Anda berkunjung ke kantor media tersebut agar lebih jelas. (rrm)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)