TEMBILAHAN, Datariau.com - Pelaksanaan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tembilahan hingga kini masih tak kunjung selesai alias molor dari target pengerjaan.
Padahal, pemberian kesempatan 90 hari tambahan masa kerja atau adendum telah diberikan kepada PT. Kiyolan Mulia Karya sebagai kontraktor.
Pantauan di lapangan, dari luar tampak jelas pengerjaan fisik masih belum selesai dan di dalam gedung juga tak selesai untuk pengerjaan pemasaran beberapa lift.
Proyek senilai Rp 42 Miliyar lebih dengan waktu pelaksanaan selama 255 hari terhitung sejak 17 April 2020 dan target selesai 27 Desember 2020 lalu.
Kemudian, dilakukan adendum 90 hari tambahan masa kerja hingga 23 Maret 2021. Namun karena pengerjaan tak selesai target, sehingga kembali diberikan kesempatan adendum awalnya hingga 7 Mei , namu karena adanya aturan larangan mudik sehingga diberikan tambahan waktu hingga 23 Juni 2021 kepada kontraktor.
Hal ini menjadi tanda tanya, sejuah mana keseriusan dalam pelaksanaan pembangunan rumah sakit, yang sejatinya sudah lama didambakan oleh masyarakat Inhil.
Bupati Inhil HM Wardan ketika diwawancarai wartawan menilai pelaksanaan pembangunan RSUD Tembilahan yang telah molor 5 bulan dari target awal sudah berjalan sesuai ketentuan.
"Pelaksanaan pembangunan harus berjalan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku, termasuk juga dalam proses penambahan waktu dan batas-batas penyelesaiannya. Kita selalu memantau dan diharapkan bisa terlaksana sesuai waktu pengerjaan," ungkap Wardan, Selasa (25/5/2021).(zon)