Pakar Keamanan Siber Sebut Tidak Ada Sistem 100% Aman Peretasan

Ruslan
164 view
Pakar Keamanan Siber Sebut Tidak Ada Sistem 100% Aman Peretasan
Ilustrasi (Foto: Internet)

DATARIAU.COM - Pakar keamanan siber dari Vaksincom Alfons Tanujaya menegaskan, pada prinsipnya memang tidak ada sistem yang aman 100% dari ancaman serangan siber atau peretasan.

"Tidak hanya lembaga pemerintahan, beberapa perusahaan raksasa berbasis teknologi yang dirasa punya sistem keamanan mumpuni juga tidak bisa luput dari serangan para peretas atau hacker," kata Alfons Tanujaya kepada Beritasatu.com, Senin (6/9/2021).

Namun, bukan berarti tidak ada yang bisa dilakukan. Menurut Alfons, pengelola data perlu membuat sistem yang terbaik dan dijalankan oleh orang-orang berkompeten, sehingga setiap adanya risiko keamanan yang muncul bisa segera ditangani.

"Dalam kasus kebocoran data pengguna, misalnya data penduduk, yang paling dirugikan itu ya masyarakat yang datanya bocor. Kalau lembaga pengelola data, mungkin reputasinya jadi turun. Tetapi pemilik data bisa menjadi korban eksploitasi dari data yang bocor,” jelasnya.

Sejumlah risiko yang bisa timbul bila data kependudukan bocor misalnya digunakan oleh pelaku kejahatan untuk membuat KTP palsu, kemudian menjebol rekening korban. Selain itu, KTP palsu juga bisa digunakan untuk mengajukan pinjaman online atau membuka rekening yang menampung hasil kejahatan.

"Security is a process. Artinya, mengamankan data di ruang digital adalah sebuah proses yang harus dilakukan dengan disiplin dan terus-menerus," tegas Alfons.