PEKANBARU, datariau.com - Selesai sudah teka-teki teror yang dilakukan sejumlah oknum kepada pejabat Kejaksaan Tinggi Riau Muspidauan dan Sekertaris LAMR M Nasir Penyalai, pada Jumat lalu (5/3/2021).
Kini tim Resmob Satreskrim Polresta Pekanbaru berhasil menangkap otak dari para pelaku pelemparan kepala anjing dan penyiraman bensin tersebut.
Baca juga: Ketua LAM Pekanbaru Sebut Bandar Narkoba Lokal Belum Tersentuh
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol H Nandang Mu?min Wijaya SIK MH saat dikonfirmasi, membenarkan perihal tersebut.
?YS alias Yose (40) ditangkap tim Resmob Polresta di kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, tepatnya di sebuah rumah makan di jalan Adinegoro kota Padang, pada Jumat (28/5/2021),? beber Kombes Nandang kepada datariau.com.
Dikatakannya, kini diduga tersangka otak dari aksi teror itu sudah diamankan di Mapolresta Pekanbaru untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
?Terhadap YS alias Yose langsung dibawa ke Polresta Pekanbaru, guna diproses lebih lanjut,? pungkas Kapolresta Pekanbaru Kombes Nandang.
Baca juga: Ketua LAM Pekanbaru Yose Saputra Terima Gelar Datuk Seri Amanah Adat
Sebelumnya, Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi SH SIK MSi juga sudah melakukan konferensi pers pengungkapan motif para 3 tersangka berinisial IP alias Iwan, DW alias Didi dan Boy yang melakukan aksi teror di rumah Kasi Penkum Kejati Riau, Muspidauan dan rumah Sekretaris LAM Riau M Nasir Penyalai, pada tanggal 4 dan 5 Maret 2021, beberapa hari lalu.
Dimana hal itu diungkapkan Kapolda Riau saat menggelar ekspose di Mapolda Riau, jalan Pattimura kota Pekanbaru, Jumat (12/3/2021). Bahwa kasus ini adanya ketidakterimaan sejumlah oknum atas hasil dari Musyawarah Daerah Luarbiasa (Musdalub) Lembaga Adat Melayu Riau Kota Pekanbaru yang terjadi pada beberapa waktu yang lalu.
Baca juga: Data Susunan Alat Kelengkapan DPRD Pekanbaru 2014-2019
?Kasus ini dilatarbelakangi oleh Musdalub LAM Riau Pekanbaru yang terjadi pada beberapa waktu yang lalu, dimana dalam Musdalub tersebut terjadi pergantian pimpinan, yang mana bapak Muspidauan ini terpilih menjadi ketua harian, sehingga ada kekhawatiran mereka tidak lagi bisa eksis di property atau aset yang dimiliki LAM Riau, selain itu ada juga kekhawatiran mereka tidak dipakai lagi,? beber Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi.
?Sedangkan alasan mereka menyiram rumah bapak Nasir dengan bensin, karena dianggap bahwa pak Nasir ini mendukung Musdalub LAM Pekanbaru, yang mengangkat orang orang kepemimpinan baru, yang tidak dikehendaki oleh para tersangka,? sambung Jendral Bintang Dua tersebut. (den)
Baca juga: Akhir Tahun Ini, Ketua DPH LAMR Kota Pekanbaru Datuk Seri Yose Saputra dan Pengurus Dikukuhkan