Mengais Rezeki Menjadi Badut, Windi: Orang Sedih Aku yang Hibur

Ruslan
181 view
Mengais Rezeki Menjadi Badut, Windi: Orang Sedih Aku yang Hibur
Foto: Abdul Hadi
Windi, seorang wanita yang berprofesi sebagai badut di Pekanbaru.

PEKANBARU, datariau.com - Menjalani profesi yang baik dan benar merupakan satu hal yang wajib dilakukan oleh setiap manusia. Windi, seorang wanita yang berprofesi sebagai badut mengungkapkan kebahagiaannya dapat menghibur banyak orang di kota Pekanbaru.

Setiap harinya, Windi selalu memulai aktivitasnya sejak pukul 13.00 hingga 18.00 WIB. Dengan berbekal kotak uang dan speaker musik, ia bergoyang ala badut untuk mengais rezeki.

“Mulai jam 13.00 sampai jam 18.00. Kadang jam 19.00 sampai orang sepi. Kalau ada orang ngasih nanti diterima. Kalo enggak kita enggak maksa. Kita goyang aja dikasih Alhamdulillah. Insyaallah kalau rezeki enggak kemana,” terangnya pada Rabu (27/10/2021).

Windi biasanya menetap di Jalan Manyar Sakti. Ia juga mengaku telah menjadi tulang punggung keluarga setelah orangtuanya tiada dan harus membiayai sekolah adiknya yang masih sekolah.

“Mangkalnya di sini saja (Jalan Manyar Sakti). Alhamdulillah satpamnya di sini baik. Kalau di lampu merah nanti ganggu orang enggak mau. Pendapatan menurun, apalagi untuk membiayai adik sekolah kelas 3 SD. Ayah sama ibu sudah enggak ada lagi, jadi kita tulang punggungnya,” jelasnya.

Perempuan yang bertimpat tinggal di dekat pasar Arengka ini mengaku, sudah sekitar setahun menjalani profesi tersebut. Jika ingin pergi bekerja, ia terkadang naik angkutan umum atau harus berjalan kaki.

“Sudah setahun. Sebelumnya tukang parkir di pasar Arengka. Kalau ada duit naik angkot kalau enggak ada jalan dari pasar Arengka terus pulang jalan lagi,” ujarnya.

Ia mengaku telah banyak mengalami suka-duka pada saat menjadi badut. Menurutnya, pekerjaan badut lebih baik daripada ia harus melakukan tindak kriminal untuk mendapatkan uang.

“Senangnya kita hibur orang, anak-anak ketawa-ketawa. Susahnya ya sering diusir usir sama satpam. Resiko badut itu kita terima apa adanya yang penting kita enggak marah. Daripada mencuri atau jual diri mendingan membadut,” katanya.

Windi mengungkapkan, memilih profesi badut karena tidak mempunyai orang yang dapat menghiburnya. Selain itu, ia ingin menghibur banyak orang walaupun sering mendapat celaan.

“Aku enggak ada orang yang hibur. Jadi orang sedih aku yang hibur. Orang gembira meskipun kita enggak gembira tapi orang enggak tahu. Orang menghina pekerjaan tapi enggak ambil pusing,” ujarnya.

Windi menuturkan, sejauh ini berusaha untuk mencukupkan segala kebutuhan hidup dari membadut. Ia berharap, ke depan ia dapat meningkatkan taraf hidup dan perekonomiannya.

“Ya untuk sekarang enggak cukup cuma ya dicukup-cukupkanlah gimana lagi. Harapannya ekonominya stabil balik kaya dulu,” tutupnya. (dul)

Penulis
: Abdul Hadi
Editor
: Ruslan Efendi
Sumber
: Datariau.com