Memenuhi Undangan Kejati Riau, APDESI: Bukan Diperiksa, Hanya Memberikan Keterangan

Hermansyah
889 view
Memenuhi Undangan Kejati Riau, APDESI: Bukan Diperiksa, Hanya Memberikan Keterangan
Pejabat Pemerintahan Kecamatan Tualang pada kegiatan upacara Kemerdekaan RI di halaman kantor Kecamatan Tualang.

SIAK, datariau.com - Kepala Desa se-Kabupaten Siak, Riau beberapa hari yang lalu, dipanggil Tim Penyelidik Kejaksaan Tinggi (Kejati)Riau. Pemanggilan itu, meminta keterangan Kepala Desa dan Lurah terkait dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor).


Pemeriksaan Kepala Desa itupun realisasi penyaluran dana hibah Bantuan Sosial (Bansos) di Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten (Kesra Setdakab) Kabupaten Siak tahun anggaran 2014-2019 lalu.


Padahal pemanggilan Kepala Desa tersebut, terkait dugaan melakukan Tipikor atas dana hibah Bansos itu, oleh oknum pejabat di Bagian Kesra Setdakab Siak yang saat ini tengah menjalani proses pemeriksaan di Kejati Riau.


"Pemanggilan penghulu di sini perlu kami luruskan bahwasanya mereka itu dipanggil terkait data data yang ada di seluruh kampung sebagai pelengkap dalam kasus dugaan Tipikor penyaluran dana hibah Bansos di Bagian Kesra Setdakab Siak tahun anggaran 2014-2019 lalu," sebut Kepala Kejari Siak Aliansyah SH melalui Ketua Tim Jaga Desa Saldi SH pada Kamis (10/9/2020) kepada media.


Sempat diberitakan, kata Saldi, bahwasanya ratusan Kepala Desa se-Kabupaten Siak diperiksa penyelidik Pidsus Kejati Riau, kerena ratusan Kepala Kampung diduga korupsi dana hibah Bansos tahun anggaran 2014-2019.


Dimana penyelidikan berlangsung di Kejaksaan Negeri Kabupaten Siak, dimana anggapan pada pemberitaan tersebut salah besar atau tidak benar. "Dipanggilnya ratusan kepala desa dan lurah se-Kabupaten Siak ini terkait penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi penyaluran dana hibah dan Bansos kecamatan di Bagian Kesra SetdakabSiak anggaran 2014-2019," ujarnya.


Jadi, para penghulu dan lurah yang dipanggil itu, terkait data data yang diperlukan oleh tim penyelidik Kejati Riau, seperti data penduduk, data keluarga, data pondok pesantren, data warga penyandang cacat, data warga lansia, dan lain sebagainya.


Terkait data data tersebut, sehingga dibutuhkan kerjasama antara tim penyelidik Kejati Riau dengan para penghulu dan lurah. "Pertanyaan yang diberikan tim penyelidik Kejati Riau kepada para penghulu, dan lurah itu bersifat Quisioner by Data," tandasnya.


Dari pemberitaan di beberapa media online perihal pemanggilan ratusan Kepala Desa atas dugaan penyelewengan dana hibah Bantuan Sosial (Bansos) tahun anggaran 2014-2019 itupun, menjadi kontroversi dikalangan Kepala Desa (penghulu) di Kabupaten Siak, Riau saat ini.


Menanggapi hal itu, Ketua Assosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Juprianto SSos mengatakan bahwa dalam pemberitaan itu tidaklah benar adanya, dia menyebutkan pemanggilan itu hanya memberikan keterangan kepada tim penyidik saja saat itu.


"Dalam pemberitaan yang disampaikan itu tidaklah sedemikian, kita (penghulu) hanya memberikan keterangan terkait data data penerima Bansos pada masing masing desa/kelurahan se-Kabupaten Siak," kata Kepala Desa Tualang, Kecamatan Tualang Kabupaten Siak, Riau itu kepada media pada Kamis (10/9/2020).


Dikatakan Juprianto, dimana pemanggilan ini tidak ada sedikitpun menyangkut pernyataan dari pihak kejaksaan dengan pemanggilan kita (penghulu dan lurah) terkait dugaan penyelewengan Bansos oleh Kepala Desa maupun lurah saat ini.


"Jadi, kedatangan kami atas undangan Kejari Riau, terkait dugaan tindakan pidana korupsi (Tipikor) dana hibah dan Bansos di Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kedra) Sekdakab Siak. Sekali lagi saya sampaikan bahwasanya kita di undang, untuk memberikan keterangan saja," tandasnya.


Di beberapa pemberitaan media online, diketahui Kejaksaan Tinggi Riau telah memanggil 126 Kepala Desa dan lurah se-Kabupaten Siak sejak Senin-Rabu (7-9/9/2020) bertempat di kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Siak.


Dimana pemanggilan ratusan Kepala Desa dan Lurah itu, memenuhi undangan Kejati Riau untuk memberikan keterangan terkait dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pada Bagian Kesra Sekdakab Kabupaten Siak. (Eman)

Penulis
: Hermansyah
Sumber
: Datariau.com