Masyarakat Singingi Hilir Sampaikan Aspirasi Kepada Gubernur Riau tentang Konflik Lahan, Jalan Rusak dan Perkebunan Sawit

datariau.com
1.368 view
Masyarakat Singingi Hilir Sampaikan Aspirasi Kepada Gubernur Riau tentang Konflik Lahan, Jalan Rusak dan Perkebunan Sawit

KUANSING, datariau.com - Gubernur Riau Syamsuar hadir di acara tabligh akbar yang digelar di Desa Sukamaju, Kecamatan Singingi Hilir Kabupaten Kuansing pada Kamis (13/01/2023) siang.

Tabligh akbar dengan penceramah Ustadzah Mumpuni Handayayekti juga dihadiri Plt Bupati Kuansing Suhardiman Ambi.

Momen pertemuan dengan orang nomor satu di Provinsi Riau tersebut ternyata tidak disia-siakan para pemuka masyarakat khususnya Kecamatan Singingi Hilir.

Paling tidak ada 3 persoalan dan aspirasi yang disampaikan langsung kepada Gubernur Riau Syamsuar.

Pertama, konflik lahan antara masyarakat dengan sejumlah perusahaan sawit di Singingi Hilir. Salah satunya dengan PT Adimulia Agro Lestari (Duta Palma Grup).

"Konflik lahan yang paling banyak terjadi di Indonesia, itu di Riau. Di Riau, itu yang paling banyak di Kuansing," ungkap Gubri.

Itu sebabnya, Gubri mengaku sudah menginventarisir beberapa kasus konflik lahan, termasuk konflik lahan yang terjadi di Singingi Hilir, untuk dipelajari dan dilaporkan kepada Kementerian ATR/BPN di Jakarta.

Termasuk, Gubri Syamsuar mengaku akan melaporkan masalah ini kepada Kajati Riau.

"Saya sudah beberapa kali komunikasi dengan Wamen ATR/BPN Raja Juliantoni yang kebetulan juga putra asal Kuansing. Ya, mudah-mudahan segera ada solusi," kata Gubri penuh harap.

Kedua, masyarakat Singingi Hilir berharap agar jalan-jalan yang belum diaspal, bisa diaspal. Tapi tentu ruas jalan tersebut harus masuk dulu jalan provinsi.

Terkait hal ini, Gubri Syamsuar meminta para tokoh masyarakat terutama Plt Bupati Kuansing agar mempelajari dan mendudukkan dengan pihak perusahaan.

Sebab, banyak ruas jalan yang dimaksud melintasi perusahaan dan statusnya masuk HGU perusahaan.

"Harus benar-benar didudukkan dulu. Nanti kita mau aspal, perusahaannya malah tak mau. Tapi kalau didudukkan dengan baik, kami yakin pihak perusahaan mau," ulas Gubri.

Untuk perbaikan dan pengaspalan jalan itu, kata Gubri bisa melalui pola bankeu provinsi. "Jadi nanti Bupati yang mengusulkan kepada kami (provinsi). Berdasarkan itu, kami akomodir melalui bankeu," kata Gubri menjelaskan.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)