Klaim Demokrat, Angka Kemiskinan Turun Saat SBY Menjabat, Cek Datanya..

Ruslan
1.496 view
Klaim Demokrat, Angka Kemiskinan Turun Saat SBY Menjabat, Cek Datanya..
Ilustrasi (Foto: Internet)
Ilustrasi kemiskinan.

DATARIAU.COM - Sindiran Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto vs Partai Demokrat, terus berlanjut. Hasto sebelumnya membandingkan kinerja Presiden SBY terdahulu dengan Presiden Jokowi saat ini.

Partai Demokrat menanggapi dingin tudingan Hasto. Demokrat sesumbar, justru kehidupan rakyat Indonesia lebih sejahtera saat dipimpin SBY, dibandingkan ketika Jokowi menjadi Presiden saat ini.

Demokrat mengacu pada angka kemiskinan yang diturunkan SBY semasa menjabat. Bahkan penurunan angka kemiskinan diklaim sangat drastis sepanjang perjalanan dua periode SBY.

Menurutnya, sepuluh tahun Pemerintahan SBY, penduduk miskin berhasil dikurangi sebanyak 8,42 juta jiwa atau 842 ribu jiwa per tahun.

"Sedangkan lima tahun pertama Pemerintahan Joko Widodo, sebelum pandemi melanda, hanya mampu mengurangi 2,94 juta penduduk miskin, atau 588 ribu per tahun. Jauh sekali kan, bedanya?" tegas Herzaky dalam keterangannya, Senin (25/10).

merdeka.com coba menelusuri klaim Partai Demokrat tersebut. Untuk melihat apakah benar angka kemiskinan di era Presiden SBY mengalami penurunan drastis.

Penelusuran dilakukan dengan mengecek data angka kemiskinan di website resmi Badan Pusat Statistik (BPS).

Berdasarkan data BPS dikutip merdeka.com, Selasa (26/10), di tahun pertama SBY menjabat sebagai Presiden RI di tahun 2004, jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 36,10 juta jiwa. Di tahun 2005 kemiskinan di Indonesia menurun menjadi 35,10 juta jiwa.

Sayangnya di tahun 2006, angka kemiskinan meningkat menjadi 39,30 juta jiwa. Merupakan angka tertinggi di periode pertama SBY menjabat sebagai Presiden. Angka kemiskinan di Indonesia, kembali menurun di tahun 2007 menjadi 37,17 juta jiwa. Penurunan kembali terjadi di tahun 2008, di mana saat itu angka kemiskinan menjadi 34,96 juta jiwa tahun 2008.

Sementara di periode kedua kepemimpinan Presiden SBY, angka kemiskinan di tahun 2009 kembali turun menjadi 32,53 juta jiwa. Penurunan juga terjadi di 2010, dengan angka kemiskinan 31,02 juta jiwa.

Pada 2011, BPS merilis data penduduk miskin sebanyak dua kali dalam setahun. Pada tahun itu pula, pemerintahan SBY berhasil menekan angka kemiskinan 30,02 juta orang pada Maret 2011. Kemudian September 2011, angka kemiskinan hanya 29,89 juta jiwa.

Bulan Maret 2012, angka kemiskinan kembali ditekan menjadi 29,13 juta jiwa. Sedangkan di September, Presiden SBY berhasil menekan angka kemiskinan 28,59 juta jiwa. Angka kemiskinan kembali turun di bulan Maret 2013 hanya 28,07 juta jiwa. September 2013 menjadi 28,55 juta jiwa.

Presiden SBY, saat berpidato kenegaraan di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jumat (16/8/2013) lalu menyebutkan tingkat kemiskinan turun selama periode pertama dirinya menjabat.

Jika pada tahun 2004, tingkat kemiskinan mencapai 16,65 persen turun menjadi 11,37 persen sampai Maret 2013. Kemudian tingkat pengangguran turun dari 9,86 persen di 2004 menjadi 5,92 persen sampai Februari 2013.

Di akhir kepemimpinan Presiden SBY di periode kedua, data Maret 2014, angka kemiskinan mencapai 28,28 jiwa. September 2014, angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 27,73 juta jiwa. Angka ini merupakan jumlah penduduk miskin paling rendah pada masa kepemimpinan SBY.

Saat itu, Presiden SBY sendiri telah mengakui pemerintah berhasil menurunkan jumlah penduduk miskin sekitar 4,5 juta orang dalam lima tahun terakhir.

"Kita dapat menarik napas lega karena sejak 2004, angka kemiskinan terus menurun, walaupun sempat ada masa angka ini meningkat, khususnya 2005, karena krisis kenaikan harga minyak di dunia," kata SBY saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-69 di depan sidang bersama DPR dan DPD, pada September 2014 lalu.

Selama 10 tahun menjabat, SBY mengklaim ekonomi tumbuh rata-rata 6 persen. Kemudian pengangguran turun dari 9,9 persen menjadi 5,7 persen. Kemiskinan juga turun dari 16,7 persen menjadi 10,96 persen.

"Artinya kita bisa menurunkan angka kemiskinan sekitar 6 persen, atau setara dengan 8,6 juta orang yang keluar dari jerat kemiskinan. Sementara itu, lingkungan hidup kita makin terjaga. Ini membuktikan bahwa Strategi 4 Jalur dapat kita capai. Berarti pula kita dapat memenuhi janji kita." ucap SBY dalam pidatonya saat merayakan Ulang Tahun Partai Demokrat yang ke-17, September 2018 lalu.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)