Kisah Pilu Bocah 5 Tahun Saksikan Ayah Bunuh Ibu

Admin
364 view
Kisah Pilu Bocah 5 Tahun Saksikan Ayah Bunuh Ibu
Ilustrasi (Foto: Internet)

DATARIAU.COM - Nasib pilu dialami bocah 5 tahun di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Ia menyaksikan ibunya dianiaya hingga tewas oleh ayahnya.

Peristiwa itu terjadi di Kampung Cibingbin, Desa Cirapuhan, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, Kamis (8/9/2021).

An (27) nekat menghabisi nyawa istrinya, M (24), karena masalah ekonomi.

Perbuatan sadis itu disaksikan oleh anaknya yang masih berusia 5 tahun.

Aksi pelaku kemudian diketahui warga setelah bocah tersebut berlari keluar rumah dan teriak meminta pertolongan.

Setelah menghabisi nyawa istrinya, pelaku kemudian mencoba mengakhiri hidup.

Kondisi bocah 5 tahun


Menyaksikan ibunya tewas di tangan ayahnya, membuat bocah itu terguncang.

Sehingga, bocah tersebut membutuhkan pemulihan sesegera mungkin.

Kendati demikian, kondisi bocah tersebut masih stabil.

Hal itu disampaikan oleh anggota DPRD Garut, Yudha Puja Turnawan.

"Tadi siang saya tengok ke rumahnya, memang anak ini kondisinya murung."

"Dia usianya lima tahun dan harus segera mendapat penanganan khusus agar traumanya tidak berkepanjangan," ujarnya saat diwawancarai Tribun Jabar, Jumat (10/9/2021) malam.

Dikatakan Yudha, bocah malang itu juga memiliki adik yang masih berusia 14 bulan.

Kini balita itu diurus oleh ayah angkatnya.

"Kami juga tadi tengok, dia itu punya adik yang masih berusia 14 bulan."

"Kami akan coba memikirkan bagaimana kedua anak ini ke depannya bisa hidup tanpa bayang-bayang trauma."

"Kami akan dorong dinas terkait untuk bisa mengirimkan psikolog untuk membantu pemulihan," ungkap Yudha.

Kerap tanyakan kepulangan ibunya


Dikatakan, Edi Junaedi, ayah M, cucunya sempat melakukan panggilan video di hari ibunya menjalani autopsi.

Dalam panggilan video itu, bocah tersebut menanyakan kepulangan ibunya.

"Katanya kapan mamah pulang, malam waktu saya tunggu di RSUD dr Slamet Garut di video call dan nanyain ibunya."

"Ia menyaksikan langsung saat kejadian," paparnya.

Edi menceritakan, beberapa hari sebelum kejadian, cucunya itu sempat mengadu kepada dirinya.

Bocah itu mengatakan, bahwa ibunya mendapat kekerasan dari ayahnya.

Namun, aduan itu tak ditanggapi serius oleh Edi.

"Itu katanya si mamah dipukuli terus sama si bapak, saya saat itu tidak menyangka kejadiannya akan seperti ini," ucapnya.