Integrasi Tokopedia-TikTok Shop Picu Protes Pedagang Online

Najwa
473 view
Integrasi Tokopedia-TikTok Shop Picu Protes Pedagang Online
Foto: teknologi.id

DATARIAU.COM - Kebijakan integrasi seller center Tokopedia dan TikTok Shop oleh Bytedance menuai protes keras pedagang online setelah perusahaan mewajibkan migrasi dashboard paling lambat 9 Juni 2025.

Bytedance, pemilik baru platform e-commerce tersebut, mengklaim integrasi bertujuan memudahkan operasional pedagang untuk berjualan di dua platform berbeda dari satu tempat. "Untuk membantu memudahkan operasional agar semakin sigap dalam memenuhi kebutuhan pengguna, kami menghadirkan seller center baru di mana Anda bisa berjualan di dua platform yang berbeda, Tokopedia dan TikTok Shop by Tokopedia dari satu tempat," tulis keterangan undangan untuk seller pada Kamis, 5 Juni 2025.

Perusahaan menjanjikan produk yang dijual dapat menjangkau lebih dari 200 juta pengguna di Indonesia dan memberikan akses ke lebih 8 juta konten kreator untuk memperluas pasar. Namun niat baik tersebut justru direspons negatif pedagang melalui kolom komentar akun Instagram Tokopedia_TiktokShop.

Akun Yuan Kristanto menyarankan pembatalan proses integrasi dengan alasan "Lebih baik Tokopedia dan TikTok Shop berdiri terpisah. Pangsa pasar beda, habbits beda, kemampuan belinya apalagi, jauh." Sementara akun samagatria mengeluh "Saya sebagai salah satu seller di Tokopedia, merasa integrasi dengan TikTok Seller ini tidak berguna, dan cenderung merepotkan."

Juru bicara TikTok mengakui proses integrasi membawa perubahan dan pertanyaan dari pedagang namun meyakini upaya ini berpotensi memberikan dampak positif. "Kami menyadari bahwa proses integrasi ini membawa perubahan, dan bersamanya muncul berbagai pertanyaan. Kami ingin menekankan bahwa upaya integrasi kami, termasuk penggabungan pusat penjual, bertujuan untuk memperkuat nilai yang diberikan kedua brand kepada penjual, mitra, dan pelanggan di seluruh Indonesia," ujarnya kepada Merdeka.com.

Berdasarkan informasi sumber internal, proses integrasi justru menguntungkan pedagang untuk melebarkan bisnis sesuai pasarnya. Pedagang masih bisa menaruh barang jualannya hanya di salah satu platform, di Tokopedia atau TikTok Shop saja, tidak harus keduanya.***

Sumber: merdeka.com

Penulis
: Najwa
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)