SIAK, datariau.com - Wakil Bupati Siak H Husni Merza BBA MM menyampaikan keprihatinannya terhadap kasus kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan terhadap perempuan maupun anak yang marak terjadi akhir-akhir ini di Kabupaten Siak.
"Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi menjadi perhatian serius Pemkab Siak," kata Wakil Bupati Siak itu.
"Bagaimana kedepannya, kasus seperti ini berkurang dan ada upaya serius dilakukan dinas terkait," ujarnya saat membuka rapat koordinasi satuan tugas kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan terhadap perempuan dan anak Kabupaten Siak Tahun 2023, di ruang Raja Indra Pahlawan, Lantai II Kantor Bupati Siak, Selasa (14/11/2023).
Husni Merza menjelaskan penyebab kekerasan terhadap perempuan dan anak di picu kurangnya kepedulian terhadap satu dengan lainnya serta pemahaman tentang aturan dan sanksi sangat rendah.
"Ada berapa faktor mempengaruhinya, diantaranya faktor ekonomi, sosial budaya, ketidak adilan jender, kualitas hidup yang rendah, pola asuh yang salah, kemudian tak kalah penting pengaruh media sosial terutama tayangan di media sosial yang tidak mendidik juga gangguan kejiwaan," sebutnya.
Husni menegaskan meskipun Kabupaten Siak meraih predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) Tingkat Utama, itu bukan berarti otomatis kekerasan terhadap rumah tangga dan anak itu menjadi tidak ada.
"Tapi bagaimana fokus kami menanggani kekerasan itu terjadi, dan tidak membiarkan. Kami bersama pak Bupati saat Program Bujang Kampung ada beberapa kasus yang kami temui. Tentu mereka harus mendapat perlindungan terhadap anak," ujarnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Siak Noni Paningsih menyampaikan begitu banyak kasus kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga dan anak-anak.
Pemerintah Kabupaten Siak terus menunjukkan komitmen dalam menjaga perlindungan dan hak-hak anak. Hal ini terbukti dengan terselenggaranya Rapat Koordinasi KDRT dan KTPA upaya pencegahan, penanganan, dan rehabilitasi kasus kekerasan terhadap anak yang merupakan langkah signifikan dalam melindungi anak-anak dari berbagai bentuk kekerasan.
Saat ini, tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak di nilai sangat tinggi sampai dengan bulan September terdapat 107 kasus kekerasan terjadi.
"Berkaca dari kasus ini, melalui rakor, perlu adanya kerjasama melalui lembaga, partisipasi masyarakat serta memberikan solusi yang terbaik dalam penangganan ini. Terutama di level preventif yaitu pencegahan," kata Noni Paningsih.
Dimana rapat koordinasi tersebut, di ikuti dari satuan tugas KDRT dan KPPA yang ada di 14 kecamatan se-Kabupaten Siak.(***)