GP Ansor Tolak Kajian Ustadz Khalid Basalamah di Palu Karena Dituding Wahabi, Relawan KHB Beri Penjelasan

Ruslan
3.452 view
GP Ansor Tolak Kajian Ustadz Khalid Basalamah di Palu Karena Dituding Wahabi, Relawan KHB Beri Penjelasan
Foto: Net

DATARIAU.COM - Viral di media sosial rencana tablig akbar Ustaz Khalid Basalamah di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), ditolak sejumlah organisasi kemasyarakatan. Relawan Sahabat Khalid Basalamah (KHB) lalu memberikan penjelasan terkait hal ini.

Sejumlah postingan viral menunjukkan surat penolakan, yakni surat dengan tulisan penolakan dari Himpunan Pemuda Alkhairaat, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, GP Ansor, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Asybaalul Khairaat, serta Majelis Syahamah.

Masih dalam surat viral tersebut juga tertulis alasan-alasan penolakan, salah satunya karena Ustaz Khalid Basalamah dituding sebagai dai Wahabi di Indonesia.

Relawan Sahabat Khalid Basalamah (KHB) Indonesia, Daeng Sangkuruwira, lantas menanggapi viral penolakan itu. Dia menjelaskan duduk perkara rencana tablig akbar Ustaz Khalid Basalamah ke Palu sebenarnya belum disetujui oleh pihaknya.

"Kronologinya adalah waktu itu teman-teman dari Palu menanyakan ke saya bagaimana mengundang Ustaz Khalid datang ke Palu," kata Sangkuruwira saat dihubungi detikcom, Senin (17/1/2022).

Sangkuruwira mengaku menanggapi pertanyaan itu dengan menyarankan pihak pengundang agar sebaiknya undangan itu datang dari pihak Pemerintah Kota Palu.

"Jadi teman-teman ini kalau nggak salah dari Lentera Islam yang berniat mengundang. Mereka (akhirnya) melakukan audiens dengan Wali Kota Palu," katanya.

Oleh karena itu, pihak pengundang disebut mendapat tanggapan positif dari Wali Kota Palu sehingga membuat postingan tentang rencana kedatangan Ustaz Khalid ke Kota Palu.

"Kegembiraan mereka barangkali mereka posting di sosmed bahwa insyaAllah Wali Kota Palu mau dan bersedia mengundang Ustaz Khalid ke Kota Palu," katanya.

"Nah inilah yang ditanggapi oleh Ormas-ormas yang tidak senang dengan kami," sambung Sangkuruwira.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)