Dubalang Batang Kuansing Tanam 175 Bibit Kayu Jalur, Siapkan Warisan untuk Anak Cucu

datariau.com
165 view
Dubalang Batang Kuansing Tanam 175 Bibit Kayu Jalur, Siapkan Warisan untuk Anak Cucu

TELUK KUANTAN, datariau.com - Dubalang Batang Kuantan Singingi menanam 175 bibit pohon kayu jalur di Hutan Kota Teluk Kuantan, Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian lingkungan sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi pacu jalur yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).

Bakti penanaman kayu jalur tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-27 Kabupaten Kuantan Singingi dan Milad pertama Dubalang Batang Kuantan Singingi.

Kegiatan dibuka oleh Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Kuantan Singingi, dr. H. Fahdiansyah, Sp.OG. Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat pemerintah, tokoh adat, serta pelajar turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Di antaranya Ketua DPRD Kuansing, Kapolres Kuansing, Danramil Inhu-Kuansing, Kepala Kejaksaan Negeri Teluk Kuantan, Ketua Pengadilan Negeri Teluk Kuantan, Ketua Pengadilan Agama Teluk Kuantan, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Lembaga Adat Melayu (LAM) Kuansing, LAN Kuansing, Camat Kuantan Tengah, serta pengurus OSIS SMA/SMK di Teluk Kuantan.

Panglima Dubalang Batang Kuantan Singingi, Datuk Toni Werdiansyah, mengatakan penanaman 175 bibit pohon di Hutan Kota Teluk Kuantan merupakan langkah awal untuk memastikan ketersediaan bahan baku kayu jalur bagi generasi mendatang.

Menurutnya, program tersebut tidak berhenti pada penanaman di kawasan hutan kota. Dubalang Batang Kuansing juga merencanakan penanaman dua bibit pohon di setiap desa di Kabupaten Kuantan Singingi.

"Dalam acara seremoni di Hutan Kota Teluk Kuantan ditanam 175 bibit pohon dan ke depannya dua batang bibit akan ditanam di seluruh desa di Kuantan Singingi," ujarnya.

Datuk Toni menegaskan, upaya pelestarian kayu jalur harus disertai komitmen bersama untuk menjaga pohon-pohon yang telah ditanam agar dapat tumbuh hingga puluhan tahun mendatang.

Untuk itu, penanaman bibit kayu jalur akan dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani sebagai bentuk komitmen perlindungan. Dengan demikian, pohon-pohon tersebut diharapkan tidak ditebang sembarangan dan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pembuatan jalur pada masa depan.

"Penanaman bibit kayu jalur akan dibuat dalam berita acara yang ditandatangani agar hutan dan pohon jalur tidak boleh ditebang, sehingga 100 tahun lagi dapat dimanfaatkan oleh penerus kita di Kuansing," tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab antargenerasi. Menurutnya, lingkungan tidak semata-mata dipandang sebagai warisan masa lalu, tetapi juga sebagai titipan bagi anak cucu yang harus dijaga keberlangsungannya.

"Kita bukan mewarisi alam dan lingkungan dari nenek moyang, tapi alam dan lingkungan kita adalah milik anak cucu kita. Jika kita menganggap alam adalah warisan nenek moyang, maka akan kita habiskan. Tapi jika milik anak cucu kita, maka alam akan kita pelihara," ungkap Toni.

Sementara itu, Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kabag SDM Polres Kuansing, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Dubalang Batang Kuantan Singingi dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan.

Ia menjelaskan, pembentukan Dubalang Batang Kuantan Singingi pada 12 Oktober 2025 merupakan inisiasi Kapolda Riau yang mendapat dukungan penuh dari Gubernur Riau, Bupati Kuansing, dan Kapolres Kuansing.

Menurutnya, keberadaan Dubalang Batang Kuansing telah memberikan kontribusi dalam berbagai kegiatan pelestarian lingkungan, termasuk upaya pemberantasan pertambangan tanpa izin (PETI) yang hingga kini masih menjadi persoalan di wilayah tersebut.

"Kami ucapkan terima kasih kepada Dubalang Batang Kuantan Singingi yang telah banyak membantu kegiatan pelestarian alam dan lingkungan, terutama dalam pemberantasan PETI yang sepenuhnya belum dapat teratasi," ujarnya.

Ia menambahkan, kepedulian terhadap kelestarian sungai, hutan, dan alam Kuansing merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat. Karena itu, kegiatan penanaman pohon dinilai menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi Dubalang Batang Kuansing.

Di kesempatan yang sama, Asisten I Setda Kuansing, dr. H. Fahdiansyah, menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjaga warisan budaya pacu jalur yang memiliki nilai sejarah dan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kuansing.

Menurutnya, keberlangsungan tradisi pacu jalur tidak hanya bergantung pada pelaksanaan perlombaan, tetapi juga pada ketersediaan bahan baku utama berupa kayu yang digunakan untuk membuat jalur.

"Kita tidak tahu kalau daerah lain atau provinsi lain barangkali cemburu dengan tradisi kita yang masih bertahan sampai 100 tahun lebih. Salah satu upaya kita adalah mengupayakan ketersediaan bahan baku pacu jalur ke depan berupa kayu jalur," ungkapnya.

Fahdiansyah juga memberikan apresiasi kepada Dubalang Batang Kuantan Singingi yang telah mengambil bagian dalam upaya menjaga tradisi tersebut melalui gerakan penanaman pohon.

Ia berharap Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perkebunan, dan perangkat daerah lainnya dapat bersinergi untuk memperluas penanaman bibit kayu jalur sehingga gerakan tersebut berkembang menjadi tradisi masyarakat Kuansing.

"Untuk itu, kami beri apresiasi kepada Dubalang Batang Kuantan Singingi untuk menjaga tradisi pacu jalur dengan menanam kayu jalur ini. Kami mengharapkan agar Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perkebunan, dan dinas lainnya menanam bibit kayu jalur secara masif dan menjadikannya tradisi di Kuantan Singingi ini," harapnya.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemotongan lemang dan makan lemang bersama dalam rangka Milad pertama Dubalang Batang Kuantan Singingi.

Setelah penandatanganan berita acara komitmen penanaman dan perlindungan pohon, kegiatan ditutup dengan penanaman bibit kayu jalur secara bersama-sama oleh perwakilan berbagai lembaga dan instansi di Kabupaten Kuantan Singingi.

Melalui kegiatan ini, Dubalang Batang Kuantan Singingi berharap upaya pelestarian kayu jalur dapat terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak pihak. Dengan ketersediaan pohon yang terjaga, tradisi pacu jalur diharapkan tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)