SMM PANEL INDO

dr. Maharani Apresiasi 25 Prodi Baru PPDS, Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Daerah

datariau.com
107 view
dr. Maharani Apresiasi 25 Prodi Baru PPDS, Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Daerah
Foto: Ist.
Anggota Komisi IX DPR RI dr. Maharani.

JAKARTA, datariau.com - Anggota Komisi IX DPR RI dr. Maharani mengapresiasi langkah pemerintah menerbitkan izin operasional bagi 25 program studi (prodi) baru Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis rumah sakit atau hospital-based.

Penambahan tersebut membuat jumlah PPDS berbasis Rumah Sakit Pendidikan sebagai Penyelenggara Utama (RSPPU) menjadi 31 program studi. Kebijakan ini dinilai menjadi bagian dari upaya mempercepat pemenuhan sekaligus pemerataan dokter spesialis di Indonesia.

Menurut dr. Maharani, langkah tersebut penting mengingat kebutuhan dokter spesialis di Indonesia masih sangat besar. Kesenjangan kebutuhan dokter spesialis saat ini diperkirakan mencapai sekitar 65 ribu orang.

“Saya mengapresiasi langkah pemerintah memperluas Program Pendidikan Dokter Spesialis berbasis rumah sakit. Kita memang membutuhkan terobosan untuk mempercepat pemenuhan dokter spesialis, terutama karena kebutuhan di berbagai daerah masih sangat besar,” ujar dr. Maharani.

Baca juga:Enam Dokter Internsip Meninggal pada 2026, dr Maharani Dorong Penguatan Perlindungan Peserta


Ia menegaskan, peningkatan kapasitas pendidikan dokter spesialis harus berjalan beriringan dengan agenda pemerataan tenaga medis. Bertambahnya jumlah dokter spesialis diharapkan tidak hanya meningkatkan ketersediaan tenaga kesehatan, tetapi juga berdampak langsung terhadap akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan spesialistik.

“Jangan sampai kita berhasil memperbanyak dokter spesialis, tetapi distribusinya masih terkonsentrasi di kota-kota besar. Masyarakat di daerah juga memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan dokter spesialis yang berkualitas,” tegasnya.

Selain persoalan pemerataan, dr. Maharani juga menekankan pentingnya menjaga mutu penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis. Hal itu mencakup kesiapan rumah sakit pendidikan, kualitas tenaga pendidik, hingga perlindungan terhadap peserta didik selama menjalani proses pendidikan.

Baca juga:Gempa NTT, dr Maharani Dorong Percepatan Pemulihan Fasilitas dan Keberlanjutan Layanan Kesehatan


Pada tahap pertama 2026, dari 25 prodi baru PPDS tersebut, sebanyak 11 merupakan prodi spesialis dasar. Sementara 14 lainnya merupakan prodi rumpun Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi (KJSU) serta spesialis unggulan lainnya.

Program tersebut bermitra dengan sembilan perguruan tinggi negeri. Adapun seleksi peserta didik untuk 25 prodi baru tersebut dijadwalkan diluncurkan pada 3 September 2026.

“Percepatan tentu penting, tetapi kualitas tidak boleh dikompromikan. Kita ingin menghasilkan dokter spesialis yang kompeten sekaligus memastikan proses pendidikannya berlangsung dalam lingkungan yang aman, profesional, dan bermutu,” kata dr. Maharani.

Baca juga:Karhutla di Kalimantan dan Sumatera, dr. Maharani Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Cegah Lonjakan ISPA

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)