Ditipu Mandor, Kuli Bangunan Pulang Jalan Kaki dari Aceh ke Semarang Terlunta-lunta Lewati Hutan hingga Ketemu Harimau

Ruslan
1.829 view
Ditipu Mandor, Kuli Bangunan Pulang Jalan Kaki dari Aceh ke Semarang Terlunta-lunta Lewati Hutan hingga Ketemu Harimau
Kisah Pilu Dimas Jalan Kaki 115 Hari dari Aceh Menuju Semarang, Terlunta-lunta karena Ulah Mandor dokumentasi Tribun Jabar Kisah Pilu Dimas Jalan Kaki 115 Hari dari Aceh Menuju Semarang, Terlunta-

DATARIAU.COM - Pengalaman pemuda Semarang bernama Muhamad Dimas Ramadhan tampaknya tak akan bisa dilupakan seumur hidup.

Dimas, pria berusia 27 tahun itu nekat berjalan kaki selama 115 hari dari Aceh.

Aksi nekat Dimas itu dilakukan demi bisa pulang ke tempat kelahirannya di Semarang.

Bukan tanpa alasan Dimas rela berjalan kaki selama tiga bulan lebih menuju Semarang.

Dimas terpaksa berjalan kaki karena upahnya dibawa kabur oleh sang mandor.

Untuk diketahui, Dimas merupakan anak pertama dari tujuh bersaudara.

Ia berangkat ke Banda Aceh niat untuk bekerja menjadi kuli bangunan di sana.

Bekerja sebagai kuli bangunan selama dua bulan, gaji Dimas tak kunjung dibayar.

Awalnya, Dimas yang bekerja di Banda Aceh itu dijanjikan bakal mendapat upah Rp 150 ribu perhari.

Namun usai selesai bekerja, gaji Dimas justru raib digondol mandor.

"Awal saya nekat jalan kaki karena tak punya uang, mandor kuli bangunan di Aceh bawa kabur upah 18 orang pekerja di antaranya upah untuk saya," ujar Dimas dilansir TribunnewsBogor.com dari Tribun Jabar pada Rabu (20/10/2021).

Dimas yang kini tinggal di rumah singgah Dinas Sosial Cianjur pun mengurai cerita.

Dimas mengatakan, kebanyakan pekerja berasal dari Banda Aceh.

Hal itu membuat Dimas kebingungan guna meminta bantuan untuk pulang.

Terlunta-lunta hingga Mengamen

Demi bertahan hidup, Dimas yang nekat jalan kaki dari Aceh pun mencari uang dari mengamen.

Di setiap kota yang disinggahi, Dimas selalu tinggal beberapa hari di pasar atau terminal untuk mengamen.

Masih dikutip dari Tribun Jabar, Dimas menceritakan pengalamannya selama berjalan kaki dari Aceh.

Diakui Dimas, perjalanannya paling berat adalah saat ia melewati kawasan Jambi menuju Lampung.

Hal itu karena Dimas harus melewati banyak hutan.

Saat menyeberang ke Bakauhuni, ia diberi surat agar bisa gratis naik kapal Ferry untuk menyeberang ke Merak Banten.

"Baru di Cianjur ini saya ketemu polisi dan diantar ke Dinas Sosial, saya ingin pulang meski ditawari untuk tinggal beberapa hari di rumah singgah Cianjur," cerita Dimas.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, mengaku prihatin dengan pengalaman yang dialami Dimas.

Ia mengatakan akan memfasilitasi kepulangan Dimas dengan membuat surat kemudahan transportasi dengan ditembuskan kepada Dinas Perhubungan.

"Kami turut prihatin dan sudah membuat surat kemudahan untuk transportasi kepulangan sampai alamat Dimas ini, sudah diminta beristirahat dulu namun yang bersangkutan tetap ingin pulang," kata Asep Suparman.

Pengalaman Ketemu Hewan Buas

Menempuh perjalanan ratusan kilometer, Dimas kaya akan cerita.

Termasuk saat ia ketakutan lantaran bertemu hewan buas di perjalanan.

Di kantor Dinas Sosial, Dimas menceritakan pengalaman paling menyeramkan saat melintasi hutan Jambi hingga Lampung.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)