DATARIAU.COM - Demonstrasi pro-Israel yang digelar di
Boulder, Colorado, Amerika Serikat pada hari Minggu waktu setempat berubah
menjadi momen mengerikan. Massa demonstran dilempari bom molotov oleh seorang
pria tak dikenal yang mengakibatkan beberapa demonstran terluka.
Demonstrasi
tersebut diadakan untuk mendukung para sandera Israel yang ditawan kelompok
perlawanan Palestina di Jalur Gaza. Biro Investigasi Federal (FBI) menyatakan
insiden tersebut sebagai serangan teroris yang ditargetkan.
Video yang
diambil dari tempat kejadian menunjukkan seorang pria bertelanjang dada membawa
apa yang tampak seperti botol cairan yang mudah terbakar sambil meneriakkan
slogan-slogan pro-Palestina. Pria tersebut kemudian terlihat tergeletak di
tanah saat polisi bergerak untuk menahannya.
"Kami
mengetahui dan menyelidiki sepenuhnya serangan teror yang ditargetkan di
Boulder, Colorado. Agen kami dan penegak hukum setempat sudah berada di tempat
kejadian, dan kami akan berbagi informasi terbaru saat informasi lebih lanjut
tersedia," kata Direktur FBI Kash Patel melalui platform media sosial X,
Senin (2/6/2025).
Kepala Polisi
Boulder Stephen Redfearn mengatakan petugas menanggapi laporan tentang seorang
tersangka yang "membakar orang". Dia mengonfirmasi bahwa beberapa
orang telah dirawat di rumah sakit, dengan cedera yang bervariasi dari yang
sangat serius hingga yang lebih ringan.
Saksi mata di
tempat kejadian mengatakan kepada CBS Colorado bahwa seorang tersangka
menyerang pengunjuk rasa pro-Israel dengan bom molotov. Polisi Boulder
melakukan evakuasi pada blok 1200, 1300, dan 1400 Pearl Street antara Walnut
dan Pine saat mereka melakukan penyelidikan. "Jangan ada di area
ini," tulis Departemen Polisi Colorado di platform X.
Seorang warga
setempat mengatakan bahwa ada beberapa orang yang menyerang demonstran.
"Entah penyembur api atau bom molotov. Banyak yang terluka. Saya kebetulan
lewat tepat setelah kejadian itu," ungkapnya. Komunitas Yahudi Boulder
menyatakan kesedihan dan patah hati mengetahui sebuah alat pembakar dilemparkan
ke arah para pejalan kaki di pawai Run for Their Lives di Pearl Street.
Run For Their
Lives yang menyelenggarakan demo tersebut menegaskan, "Ini bukan protes;
ini pawai damai untuk menunjukkan solidaritas dengan para sandera dan keluarga
mereka, dan permohonan pembebasan mereka." Kelompok tersebut berkumpul
pada pukul 13.00 siang di Pearl Street dan 8th Street untuk berjalan kaki
menyusuri Pearl Street Mall dan kembali dengan berhenti di gedung pengadilan
untuk menonton video.***
Sumber: SINDOnews