Cerita Miring Shalat Ied di Kantor Gubernur Riau, Pengeras Suara Imam Rusak hingga Adanya "Tenda Kematian"

datariau.com
2.035 view
Cerita Miring Shalat Ied di Kantor Gubernur Riau, Pengeras Suara Imam Rusak hingga Adanya "Tenda Kematian"
Gambar: Riauterkini.com

PEKANBARU, datariau.com - Pelaksanaan shalat Ied di Kantor Gubernur Riau diikuti antusias oleh masyarakat. Tidak hanya dibanjiri jamaah, kendaraan roda dua hingga roda empat berjejer di sepanjang Jalan Cut Nyak Dien.

Ramainya masyarakat yang ingin melaksanakan sholat Idul Fitri di halaman kantor orang nomor satu di Riau tersebut tampak terlihat sejak pukul 6.30 WIB.

Kalimat tahmid, memuji kebesaran Allah terus berkumandang, sebagai tanda kemenangan bagi umat Islam yang beriman.

Namun, dari pelakansanaan shalat Ied yang diimami oleh Ustadz Ramli Husin serta Khatib Ustadz Masriadi Hasan Lc MA ini, terdapat cerita miring, mulai dari tenda sosial kematian sampai pengeras suara imam mati.

"Pengeras suaranya hilang timbul. Tendanya juga seperti tenda sosial kematian," ujar Budi salah satu jamaah usai shalat Ied, Selasa (3/5/2022).

Disebut tenda kematian yang diistilah jamaah, karena tenda yang dipasang tepat di mimbar begitu ala kadar. Tenda terpasang sederhana itu biasanya digunakan untuk tenda untuk orang meninggal.

Tidak hanya itu, suara imam ketika memimpin shalat Ied juga jadi sorotan. Suara imam hilang timbul, membuat jamaah kehilangan khusuk.

Sontak, pemandangan itu pun jadi buah bibir oleh jamaah. Bahkan ada yang mengatakan panitia shalat Ied di Kantor Gubernur Riau sekelas RT/RW.

Di sisi lain, jamaah shalat Ied di Kantor Gubernur tampak terlihat tetap mematuhi protokol kesehatan, dengan menggunakan masker. Masing-masing terlihat membawa sajadah serta koran yang akan digunakan sebagai tempat alas shalat mereka.

Ada pun untuk khutbah, khatib Ustadz Masriadi Hasan mengingatkan jamaah agar meningkatkan ketaqwaan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

"Hari ini adalah hari kemenangan setelah berjuang untuk melawan hawa nafsu selama sebulan lamanya dan sudah sepantasnya hari ini disambut dengan gembira," katanya.

Lanjutnya, untuk orang yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan ada dua kebahagiaan yaitu bahagia di hari raya dan yang kedua bahagia karena kelak bertemu kelak dengan Allah.

"Namun bahagia bukan segalanya dan ini adalah kehidupan yang baru dan harus diawali dengan taqwa, dan Ramadhan adalah bulan tempat berlatih agar menjadi orang yang bertaqwa," jelasnya.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)