Ceramah Maulid Nabi di Kuansing, Ustadz Abdul Somad Ajak Jamaah Pilih Abdul Wahid - SF Hariyanto di Pilgubri 2024

datariau.com
3.480 view
Ceramah Maulid Nabi di Kuansing, Ustadz Abdul Somad Ajak Jamaah Pilih Abdul Wahid - SF Hariyanto di Pilgubri 2024
Foto: Hendra Yadi
Ustadz Abdul Somad saat mengisi ceramah dalam acara tabligh akbar Maulid Nabi di Lapangan Limuno, Kota Teluk Kuantan, Sabtu (14/9/2024) pagi.

KUANSING, datariau.com - Ustadz Abdul Somad memperkenalkan Bakal Pasangan Calon Gubernur Riau Abdul Wahid - SF Hariyanto dalam acara tabligh akbar Maulid Nabi di Lapangan Limuno, Kota Teluk Kuantan, Sabtu (14/9/2024) pagi.

Kepada jamaah yang hadir di acara tersebut, Ustadz Abdul Somad membahas ciri-ciri pemimpin yang patut dipilih masyarakat. Menurutnya, pemimpin yang baik adalah yang taat kepada Allah, menjaga keamanan daerah, tidak saling menjatuhkan, membangun infrastruktur, serta memprioritaskan kesejahteraan masyarakat.

Karakteristik tersebut, kata UAS, melekat pada pasangan Bakal Pasangan Calon Gubernur Riau Abdul Wahid - SF Hariyanto.

"Pada tanggal 27 November, hari Rabu, datanglah ke TPS, buka surat suaranya, cari Abdul Somad. Kalau tak ada, cari Abdul Wahid. Ini sudah saya pesankan, pasti bapak ibu ingat," ujar UAS.

UAS menyampaikan bahwa pilihannya mendukung Abdul Wahid bukan tanpa alasan. Ia mempertimbangkan aspek-aspek yang dapat menunjang pembangunan di Riau.

"Abdul Wahid ini teman akrab Abdul Somad, jadi mudah bagi ustad untuk menghubunginya, tinggal telepon," katanya sambil berseloroh.

Meski mendapat pro dan kontra di kalangan masyarakat terkait dukungan politiknya, UAS menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kepentingan pribadi dalam mendukung Abdul Wahid dan SF Hariyanto.

"Abdul Wahid jadi gubernur, saya tak akan jadi kepala dinas, saya tak akan dapat proyek pengaspalan jalan. Abdul Somad tetap akan jadi Abdul Somad, tak akan berubah," tegasnya.

"Saya tidak punya kepentingan dalam hal ini. Namun, kita semua berharap agar Riau dipimpin oleh orang-orang yang kompeten, terutama dalam pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan," pungkas UAS.

Pada kesempatan itu pula, UAS menjelaskan bahwa infak yang diberikan masyarakat selama kajian akan disalurkan untuk pembangunan pesantren. Yayasan yang dikelolanya tersebut, menurut UAS, belum pernah menerima sumbangan dari pemerintah.

"Pesantren itu dibangun dari infak masyarakat di tiap kajian. Tak ada bantuan dari pemerintah. Bahkan setiap tahunnya, kami menggratiskan biaya pendidikan untuk 25 santri. Ini sudah tahun keempat, artinya sudah ada 100 santri yang tidak dipungut biaya," ujar UAS.

Lebih lanjut, UAS menyebutkan bahwa pembangunan pesantren seharusnya juga dapat didukung oleh dana APBD dari Pemerintah Provinsi Riau. Namun, hingga saat ini, belum ada komunikasi yang terjalin dengan pejabat terkait.

"Ini sebenarnya bisa dibantu dengan dana APBD, tetapi pemimpin daerah harus memiliki jiwa agamis yang tinggi, peduli terhadap santri, dan siap menolong agama dengan kekuasaannya," pungkasnya. (hen)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)