BBM Langka di Bengkulu Akibat Pelabuhan Tertutup Pasir, Harga Tembus Rp30 Ribu

Najwa
548 view
BBM Langka di Bengkulu Akibat Pelabuhan Tertutup Pasir, Harga Tembus Rp30 Ribu
Foto: mobil123.com

BENGKULU, datariau.com - Krisis kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) melanda Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu dalam beberapa hari terakhir. Harga eceran BBM di wilayah tersebut bahkan melonjak drastis hingga mencapai Rp30.000 per liter.

Anggota DPRD Kabupaten Seluma Febrinanda Putra Pratama mengungkapkan kondisi mencekik yang dialami masyarakat akibat kelangkaan ini. Harga yang fantastis tersebut sangat memberatkan masyarakat kecil, nelayan, petani, hingga pelaku usaha lokal.

"Saat ini masyarakat Kabupaten Seluma sedang menghadapi persoalan serius kelangkaan BBM. Di beberapa wilayah, harga eceran BBM bahkan tembus Rp30.000 per liter, angka yang sangat mencekik," kata Febrinanda seperti dikutip Antara Bengkulu.

Warga Keluhkan Aktivitas Terhambat

Sebagai wakil rakyat, Febrinanda langsung merespons berbagai keluhan dari warga. Sopir angkutan, nelayan, hingga pelaku UMKM mengaku kesulitan menjalankan aktivitas karena terbatasnya pasokan BBM dan mahalnya harga.

Febrinanda meminta Bupati Seluma untuk segera berkoordinasi dengan Gubernur Bengkulu. Ia mendesak agar pihak terkait termasuk Dinas Perindag dan Pertamina dipanggil untuk memberikan penjelasan sekaligus solusi cepat.

Pemprov Koordinasi Multi Pihak

Pemerintah Provinsi Bengkulu telah menyampaikan kebutuhan pasokan BBM kepada Pertamina. Pemprov juga mendukung kerja pihak terkait agar masyarakat tidak terkendala mendapatkan kebutuhan pokok mereka.

Koordinasi terus dilakukan dengan berbagai pihak mulai dari yudikatif, legislatif, Pertamina, Pelindo, KSOP, hingga Kementerian Perhubungan dan Kementerian BUMN.

Akar Masalah di Pelabuhan Pulau Baai

Persoalan utama kelangkaan BBM bersumber dari pendangkalan alur Pelabuhan Pulau Baai Kota Bengkulu. Tertutupnya pintu alur akibat pasir yang terbawa masuk dari samudera membuat kapal tidak bisa keluar masuk ke dermaga pelabuhan.

Kondisi ini juga berdampak pada kapal pengangkut BBM milik Pertamina yang tidak dapat memasuki pelabuhan untuk mendistribusikan bahan bakar.

Ekonomi Bengkulu Terancam

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyatakan semakin lama perbaikan alur pelabuhan akan semakin membebani perekonomian provinsi. Distribusi BBM menjadi semakin berat karena harus melalui jalur darat dengan biaya lebih tinggi.

Komoditas menuju Bengkulu yang tidak dapat masuk lewat pelabuhan harus didistribusikan via jalur darat. Akibatnya harga komoditas semakin tinggi karena biaya distribusi membengkak.

Sebaliknya, produk unggulan Bengkulu juga sulit dijual di pasar nasional maupun ekspor. Distribusi tersendat karena biaya operasional membuat produk Bengkulu sulit bersaing di pasar global.

Helmi meminta semua pihak berkontribusi terbaik untuk mengatasi masalah ini. "Kita berdoa kepada Allah, ini niat baik. Yang perlu dilakukan sekarang adalah setiap kita berkontribusi yang terbaik untuk provinsi yang kita cintai," ucapnya optimis.***

Sumber: merdeka.com

Penulis
: Najwa
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)