Air Laut Teluk Jakarta Mengandung Parasetamol

Ruslan
96 view
Air Laut Teluk Jakarta Mengandung Parasetamol
Foto: Antara

DATARIAU.COM - Pemerintah Provinsi (pemprov) DKI Jakarta merespons hasil studi atau penelitian yang menemukan bahwa air laut di wilayah Teluk Jakarta mengandung atau terkontaminasi obat-obatan, salah satunya parasetamol.

Penelitian yang dimuat dalam jurnal Science Direct, Agustus 2021, menganalisis sampel yang dikumpulkan di empat lokasi Teluk Jakarta, dan satu lainnya di pantai utara Jawa Tengah. Temuan parasetamol tinggi ditemukan di Angke dan Ancol.

Humas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Yogi Ikhwan mengatakan pihaknya mendalami hasil riset atau penelitian tersebut. Menurut Yogi, hasil riset tersebut menjadi bahan berharga Pemprov DKI untuk mengetahui sumber parasetamol di air laut Teluk Jakarta dan mengambil langkah untuk menanganinya.

“Terima kasih kepada para peneliti yang mau meneliti kualitas air laut, itu kan bagian dair pencemaran. Nanti kita dalami, kita telusuri di mana sumbernya dan akan membuat kebijakan-kebijakan untuk mengatasi pencemaran itu,” ujar Yogi kepada wartawan, Jumat (1/10/2021).

Menurut Yogi, Pemprov DKI sebenarnya rutin melakukan pemantauan dan penelitian terhadap kualitas air laut di Jakarta, yakni 2 kali dalam setahun. Namun, kata dia, parameter yang digunakan merupakan parameter yang sesuai standar yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, seperti kadar BOD atau logam berat di air laut.

“Pemantauan air laut 1 tahun, kita lakukan 2 kali. Parameter sesuai dengan baku mutu dalam PP 22 tahun 2021. Namun, tidak ada parameter parasetamol,” ungkapnya.

Yogi menilai para peneliti kemungkinan besar memiliki pengalaman atau maksud tertentu, sehingga lebih spesifik melakukan riset terkait kadar parasetamol di air laut Teluk Jakarta. Pihaknya akan segera mengkaji lebih dalam hasil penelitian tersebut, termasuk menjadikan parasetamol.

“Kita enggak meneliti parameter itu (parasetamol), cuma parameter yang lain, kalau parameter khusus parasetamol kita enggak khusus ke situ, nanti kita cek,” ucapnya.

Lebih lanjut, Yogi mengatakan adanya kandungan parasetamol di air laut Teluk Jakarta menunjukkan adanya pencemaran di air laut tersebut. Pasalnya, parasetamol tersebut tidak pada tempatnya atau seharusnya tidak ada di air laut.

“Kan harus di tempatnya, pasti akan berpengaruh ke biota laut gitu kan, bisa juga teracuni atau seperti apa. Mungkin kan untuk manusia enggak berefek, tapi terhadap biota laut lainnya ada pengaruhnya,” demikian Yogi. (*)

Sumber
: Beritasatu.com