Aduh..Pesawat Modifikasi Cuaca di Riau Rusak

1.131 view
Aduh..Pesawat Modifikasi Cuaca di Riau Rusak
Ilustrasi.
PEKANBARU, datariau.com - Upaya pemerintah dalam melakukan modifikasi cuaca di Provinsi Riau guna menanggulangi kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di wilayah tersebut mengalami hambatan yang serius. Pesawat Cassa 212 yang tiba pada Senin kemarin tidak bisa diterbangkan karena rusak.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Hujan Buatan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) F Heru Widodo mengatakan, saat ini pihaknya terhambat melakukan operasi penyemaian awan hujan karena terjadi kerusakan pesawat Cassa 212 pada mesin.

"Ada kerusakan pada Cassa 212, yakni kebocoran oli pada mesin. Jadi untuk dua hari kedepan kita berupaya untuk melakukan perbaikan," ungkapnya saat dikonfirmasi wartawan melalui selulernya, kemarin.

Karena kerusakan tersebut, dikatakan Heru, pihaknya telah meminta suku cadang pesawat untuk dikirim dari jakarta. "Alat yang dibutuhkan sudah dikirim dari pusat, saat ini kita masih menunggu alat itu datang, kalau sudah datang langsung kita perbaiki," jelasnya.

Lanjut Heru, guna pelaksanaan modifikasi cuaca berjalan lancar dan lebih baik, pada tanggal 10 nanti BPPT akan menurunkan pesawat bantuan dari TNI yakni pesasat CN 295. "Pesawat TNI mulai difungsikan pada tanggal 10, jadi saat ini kita hanya menunggu pesawat Cassa 212 selesai diperbaiki," terangnya.

Terpisah, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru Sugarin mengatakan, kondisi cuaca saat ini sangat baik untuk melakukan modifikasi cuaca karena cuaca di sekitar Provinsi Riau pada umumnya cerah berawan.

"Bulan Maret ini, masih ada potensi awan yang bisa dijadikan hujan buatan, namun pada bulan April mendatang Provinsi Riau mulai memasuki musim kemarau, jadi sulit untuk memanfaatkan awan untuk dilakukan modifikasi cuaca," terangnya.

Sementara itu, Direktur Tanggap Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Junjungan Tambunan, mengatakan, upaya modifikasi hujan buatan khususnya untuk Provinsi Riau akan terus dilakukan selama satu bulan penuh.

"Kalau lahan gambut di Riau sudah menyimpan air, kemungkinan untuk terjadinya kebakaran hutan dan lahan sulit untuk terjadi, jadi untuk itu modifikasi cuaca akan dilakukan sebelum terjadinya kemarau di Provinsi Riau," tuturnya. (ali)
Tag:karhutla
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)