Udara Pekanbaru Tidak Sehat, Pemerintah Daerah "Cuek"

Bambang
626 view
Udara Pekanbaru Tidak Sehat, Pemerintah Daerah "Cuek"
Ist
Indeks udara rilis BMKG Pekanbaru

PEKANBARU, datariau.com -  Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyatakan Kota Pekanbaru pada hari Ahad (25/8/2019) kemarin sudah  diselimuti asap atau jerebu karhutla pekat. Akibatnya jarak pandang turun tinggal berkisar 3 - 5 kilometer, dan kualitas udara tidak sehat.

"Pantauan terakhir (Ahad sore - red) jam 16.00 WIB (status) masih tidak sehat," kata Staf Analisis BMKG Stasiun Pekanbaru, Nia Fadhila kepada wartawan.

Ia mengatakan, satelit pada Ahad sore mendeteksi ada 17 titik panas (hostpot) di Riau yang jadi indikasi awal Karhutla. Jumlah itu turun dibandingkan sehari sebelumnya yang terdeteksi 272 titik panas. Meski begitu, asap masih pekat walau titik panas menurun.

"Partikel asap di udara tidak sepenuhnya hilang, asap sisa (kebakaran) kemarin karena partikel akan hilang terbawa angin atau adanya hujan. Sedangkan hujan belum merata di Riau," katanya.

Dari 17 titik panas yang terdeteksi di Riau, paling banyak di Kabupaten Pelalawan ada 9 titik. Kemudian di Indragiri Hilir ada 7 titik, dan Indragiri Hulu satu titik panas. Dari jumlah tersebut ada 10 yang dipastikan titik api, dan berada di Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hilir masing - masing ada 5 titik.

Namun sungguh disayangkan, kondisi ini tidak membuat Pemerintah Kota Pekanbaru cepat tanggap. Anak - anak sekolah terutama tingkat Taman Kanak - Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) masih dibiarkan menjalankan proses belajar mengajar di sekolah. Mereka tidak diliburkan. Padahal pada usia seperti itu sangat rentan mendapat penyakit.

Kecaman pun datang dari LSM Lingkungan hidup dan masyarakat. Efrizal Anwar, Direktur LSM Rantai Alam sangat menyayangkan Pemko Pekanbaru belum mengambil tindakan meliburkan anak sekolah. 

Semestinya, kata Efrizal, Pemko cepat tanggap memutuskan soal ini. Jangan sampai jatuh korban dulu seperti kejadian tahun 2015 silam baru kebijakan "merumahkan" anak sekolah dikeluarkan.

Padahal BMKG sudah merilis tingkat udara di Pekanbaru yang disebutkan berada pada level tidak sehat.

"Kita menghimbau Pemko Pekanbaru secepatnya mengeluarkan kebijakan terkait hal ini. Jangan cuek saja," sebutnya.

Kecaman senada juga disampaikan Yanti. Warga jalan WR Supratman, Gobah ini geram dengan cueknya Pemko Pekanbaru, terutama Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan.

Dia meminta kedua OPD tersebut jangan abai soal keselamatan kesehatan masyarakat terutama anak - anak. "Segeralah ambil tindakan untuk meliburkan anak - anak," ujarnya geram

Efrizal dan Yanti mungkin hanya sebagian masyarakat yang melihat Pemko Pekanbaru cuek terhadap kesehatan anak - anak. Masyarakat yang lain?  (bmb)

Penulis
: Bambang
Editor
: bambang
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)