Tiga Bulan Hilang Tanpa Kabar, Diduga Korban Pembunuhan, Tangkorak Ditemukan Kebun Sawit di Pinggir

Datariau.com
1.020 view
Tiga Bulan Hilang Tanpa Kabar, Diduga Korban Pembunuhan, Tangkorak Ditemukan Kebun Sawit di Pinggir
Penemuan tengkorak dan tulang belulang diduga manusia, Rabu (29/8/2018) di areal perkebunan kelapa sawit milik perusahaan desa Semunai kecamatan Pinggir

PINGGIR, datariau.com - Penemuan tengkorak manusia di sekitaran areal perkebunan perusahaan PT Adei pada Rabu, (29/8/2018) petang itu ternyata sampai ke telinga Marta Lena Marbun (46) warga desa Semunai kecamatan Pinggir.

Kabar itu membuat Marta Lena Marbun sontak terdetak dihatinya untuk memastikan tengkorak yang ditemukan tersebut.

Pasalnya Marta Lena sudah hampir tiga bulan tidak mendapat kabar anaknya yang pamit dari rumah untuk pekerja.

Marta Lena Rabu petang itu, langsung mendatangi tempat penemuan tulang belulang yang saat itu sedang diolah TKP oleh petugas.

Dia terkejut saat melihat pakaian yang berada disekitaran TKP persis dengan pakaian yang digunakan anaknya saat tanggal 25 Mei 2018 pamit padanya untuk pergi bekerja memuat sawit.

Mengenali pakaian yang berada di tempat penemuan tulang belulan, Marta Lena menanyakan keberadaan tulang belulang yang ditemukan oleh petugas.

Petugas Polsek Pinggir yang saat itu sedang berada di TKP mengatakan tulang belulang dan tengkorak sudah di bawa ke RSUD Duri.

Kapolsek Pinggir Kompol Ernis Sitinjak mengungkapkan, dari laporan Marta Lena ini anaknya Tri Sutrisno Sijabat (20) sudah tiga bulan hilang tanpa kabar.

"Keterangan ibu korban terakhir kali Tri Sutrisno pamit padanya Sekitar pukul 08.00 WIB berangkat bekerja sebagai buruh sawit dengan mengunakan sepeda motor pada tanggal 25 Mei 2018 lalu," ungkap Kapolsek, Kamis (30/8).

Sejak hari itu korban tidak kunjung pulang ke rumah. Kemudian bos korban mendatangi Marta Lena tiga hari setelah korban pamit bekerja kepada Marta.

"Bosnya tiga hari kemudian mendatangi Marta Lena, menanyakan keberadaan korban yang sudah tiga hari tidak masuk kerja tanpa kabar. Mendapat informasi ini Marta Lena menyampaikan kepada bosnya anaknya sejak terakhir pamit kerja tidak pulang ke rumah," tambah Ernis Sitinjak.

Berdasarkan laporan ini Polsek Pinggir langsung melakukan penyelidikan terhadap laporan Marta Lena.

Petugas langsung mengali informasi terakhir keberadaan korban sebelum menghilang tanpa kabar.

"Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi sebelum korban hilang mengetahui korban terakhir bertemu dengan dua rekannya JL (17) warga jalan PT Adei Base Camp desa Semunai dan RDS (16) warga PT Adei Utara Base Camp Desa Semunai Kecamatan Pinggir," terang Enris Sitinjak.

Memastikan hal ini petugas Polsek Pinggir langsung melakukan penjemputan terhadap dua rekan korban ini sekitar pukul 20.00 WIB dua jam setelah penemuan tengkorak korban.

Kemudian petugas melakukan interogasi terhadap rekan korban di Mapolsek Pinggir.

"Hasil Interogasi petugas dua orang rekan korban mengakui telah melakukan pembunuhan terhadap Tri Sutrisno. Bahkan kendaraan korban telah jual dua rekannya dengan harga dua juta rupiah," pungkasnya.

Sebelumnya, warga desa Semunai kecamatan Pinggir dihebohkan dengan penemuan tengkorak dan tulang belulang diduga manusia, Rabu (29/8/2018) petang kemarin.

Temuan tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang pelajar yang melintas di areal perkebunan kelapa sawit milik perusahaan PT. Adei tepatnya di blok 126 Divisi 4 Km 1 Base Camp Desa Semunai.

Kapolsek Pinggir Kompol Ernis Sitinjak mengungkapkan, pernosil opsnal Polsek Pinggi Rabu sore mendapat informasi adanya penemuan tulang diduga manusia tersebut dari masyarakat sekitar pukul 17.00 WIB.

Kemudian dari informasi ini anggota yang sedang piket di pimpin langsung Panit 1 Reskrim Polsek Pinggir Ipda Indra varenal bersama anggotanya langsung mendatangani tempat penemuan tulang belulang tersebut.

"Ada empat tumpukan tulang di atas tanah berada di dalam semak diantara batang kelapa sawit. Termasuk terngorak kepala seperti tengkorak manusia sekitar tulang belulang ini juga terdapat sehelai celana dalam pria berwarna biru," jelasnya.

Tidak hanya itu setelah melakukan olah TKP berjarak hanya beberapa meter dari temuan tersebut, petugas kembali menemukan tulang belulang lagi.

Kemudian beberapa meter lagi sekitaran TKP ditemukan kembali tumpukan tulang dengan sehelai celana pendek berwarna hitam motif kotak kotak.

"Pada celana yang ditemukan ini terpasang sebuah ikat pinggang kulit warna hitam. Selain itu di dalam saku celana bagian belakang ditemukan juga sebuah cincin berwarna silver keemasan motif domino. Tidak jauh dari sana juga ada ditemukan baju kaos lengan tiga perempat warna hitam merk Jimboss bermotif sablon komapas," terang Kapolsek.

Editor
: Redaksi
Sumber
: http://pekanbaru.tribunnews.com/2018/08/31/tengkorak-manusia-yang-ditemukan-di-kebun-sawit-di-pinggir-korban-pembunuhan
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)