Tampar Anak Perempuan Tak Pulang 4 Hari, Oknum Polisi di Meranti Ditahan

Admin
1.435 view
Tampar Anak Perempuan Tak Pulang 4 Hari, Oknum Polisi di Meranti Ditahan
Foto: Syahputra
Kondisi PH, yang mengalami pendarahan serius di hidung akibat ditampar pamannya.
KEPULAUAN MERANTI, datariau.com - Akibat nekat tidak pulang ke rumah selama 4 hari, seorang siswi SMA di Meranti inisial PN (17) yang warga Desa Banglas Barat, mengalami pendarahan, diduga ditampar oleh pamannya inisial Bripka JH. Akibat perbuatannya ini, Bripka JH diperiksa Propam Polres Kepulauan Meranti.

Menurut keterangan yang didapatkan datariau.com dari berbagai sumber di lapangan, bahwa kejadian itu bermula pada Sabtu (29/6/2019) PH pulang ke rumah setelah 4 hari menginap di rumah temannya di desa seberang. Selama pergi dari rumah, pamannya pernah menelepon PH, namun PH mengeluarkan kata-kata kasar, sehingga paman PH emosi dan bertindak diluar dugaan saat melihat keponakannya tersebut.

Meski aksi penamparan juga dilatarbelakangi masalah keluarga, namun Polres Kepulauan Meranti tetap memproses Bripka JH sesuai ketentuan yang berlaku. PH kini terbaring di ruang RSUD Kepulauan Meranti, mengalami patah tulang di bagian hidungnya.

Saat ditemui datariau.com, Ahad (30/6/2019), PH menceritakan kronologis kejadian tersebut, berawal saat PH meminta izin kepada ibunya untuk berpergian bersama temannya ke Desa Tebun. Setelah pamit, ternyata PH tidak pulang selama 4 hari. Ibunya merasa resah lalu menyuruh Bripka JH yang merupakan paman korban untuk mencarinya.

"Dia menelpon saya agar pulang, namun saya bilang jangan urus saya, karena saya bisa pulang sendiri, lalu dia bilang akan mencari kemana pun saya pergi," kata PH menceritakan.

Beberapa hari kemudian, PH pulang ke rumahnya. Sore itu siswa yang duduk di kelas XII di salah satu SMA di Selatpanjang ini sedang memotong ubi. Lalu Bripka JH yang tiba-tiba datang langsung memukul PH hingga rebah ke tanah.

Saat itu, istri Bripka JH mencoba melerai, namun dia pun tidak luput dari pukulan keras suaminya. Akhirnya pukulan kedua pun mendarat di bagian wajah PH hingga mengeluarkan darah segar. PH berusaha menyelamatkan diri dengan berlari meninggalkan lokasi, namun terus dikejar oleh Bripka JH yang sedang kalap.

"Saya berlari untuk mencari pertolongan, namun terus dikejar. Akhirnya setelah sampai ke rumah bibik, saya tak ingat apa-apa lagi," ujar PH.

Saat ini PH sedang mendapatkan perawatan intensif dari dokter. Rencananya dia juga akan dirujuk ke RSUD M Sani, Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP La Ode Proyek SH saat dikonfirmasi, Ahad (30/6/2019) sore membernarkan adanya laporan tentang oknum aparat kepolisian yang diduga melakukan penganiayaan.

La Ode mengatakan bahwa laporan tersebut diketahuinya pada pagi hari. Dirinya kemudian sudah memerintahkan anggota Provos untuk menahan terduga pelaku.

"Tadi pagi yang bersangkutan sudah ditahan di Polres, sekarang sedang dalam proses pemeriksaan oleh Satreskrim," ujarnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa terduga pelaku penganiayaan selama proses penanganan akan ditahan. "Jadi kita proses dulu, dia tidak boleh kemana-mana," terang La Ode.

La Ode mengatakan, bahwa selain melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku, pihaknya juga saat ini sedang menunggu hasil visum dari korban. Hal ini agar bisa proses pemeriksaan berlanjut dan dapat ditentukan hukuman yang akan diterapkan.

"Yang pasti kalau itu penganiayaan jelas hukumannya, tapi kita juga tunggu hasil visum sehingga bisa kita tentukan langkah selanjutnya," ujar La Ode.

Melalui peristiwa ini Kapolres mengatakan bahwa tidak akan mentolerir segala bentuk tindak kekerasan yang dilakukan oleh anggotanya. "Yang pasti kita tidak adakan mentolerir bentuk penganiyaan. Siapapun yang bersalah tetap akan kita proses," pungkas Kapolres.

Saat ditanya pengobatan korban, Kapolres juga mengatakan bahwa akan ikut membantu. "Yang pasti ini sebenarnya permasalah keluarga. Jadi kita nanti akan tetap minta pertanggungjawaban dari yang bersangkutan. Dari kita juga nanti akan membantu," ujar Kapolres. (put)
Penulis
: Syahputra