Seni Tari "Air Janggi" Bercerita tentang Sungai di Riau

datariau.com
1.498 view
Seni Tari "Air Janggi" Bercerita tentang Sungai di Riau
PEKANBARU, datariau.com - Dengan penuh semangat, Dra Duni Sirwani MSn sebagai Pamong Madya Ahli di Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, memberikan tanggapan, masukan serta mengupas tentang penampilan seni tari yang disajikan oleh Pusat Latihan Tari Laksemana Pekanbaru, berjudul Air Janggi Meniti Langkah dengan Koreografer Iwan Irawan Permadi dan diperkuat oleh Rino Deza Paty sebagai komposer, di gedung Olah Seni Taman Budaya Provinsi Riau, pada acara diskusi Kenduri Seni Rakyat Riau, Selasa (23/7/2019).

Air Janggi Meniti Langkah dengan durasi penampilan selama 35 menit mengangkat isu lingkungan, tentang keberadaan sungai yang ada di Provinsi Riau saat ini.

"Kita mengenal Provinsi Riau dikelilingi oleh 4 sunagi besar, yaitu Sungai Siak (Sungai Jantan), Sungai Indragiri, Sungai Kuantan, dan Sungai Kampar. Kehidupan masyarakat pesisir di sekitar sungai tersebut sebagai nelayan untuk menopang perekonomiannya," kata Dra Duni Sirwani MSn.

Namun saat ini, lanjutnya, sungai tersebut tidak lagi bisa menopang kehidupan, karena sungai sudah tercemar berbagai limbah dari pabrik  dan sampah yang memenuhi sungai, sehingga nelayan mencari ikan harus jauh ke tengah.

"Sungai Siak yang dulu dikenal sebagai sungai terdalam di Indonesia menjadi salah satu pusat perekonomian dengan banyaknya kapal-kapal tangker yang lalu-lalang dan kapal-kapal kargo, kini tidak terlihat lagi karena sungai Siak sudah penuh dengan sampah, lumpur, dan sampah kayu-kayu gelondongan yang mengakibatkan mengganggu pelayaran," terang Duni Sirwani.

Dari isu lingkungan sungai tersebut, ide dan gagasan muncul sebagai karya tari yang digarap oleh Iwan Irawan Permadi. Sebanyak 12 kali pertunjukan Air Janggi Meniti Langkah, pada tahun ini pertunjukan yang ke-13 selalu melakukan proses-proses perbaikan.

"Dari penilaian kita, Air Janggi adalah sebuah fenomena badan air, sungai, tasik, selat, dan laut yang terus mengalir tanpa henti. Fenomena ini menggetarkan dan menuntut kehati-hatian manusia dalam melangkah menyusur zona Aquatica," terangnya.



Diterangkannya, bahwa Air Janggi mengeksplorasi kekuatan tubuh manusia dengan diilhami gerak tari zapin sebagai sumber/pijakan garapan, untuk mengulas kesungguhan dan ketahanan seseorang dalam menghadapi gelombang kehidupan. Sebagai pijakan atau sumber gerak tari ini dari tarian zapin yang ada di Provinsi Riau, seperti gerak menongkah yang mempunyai arti ketahanan dalam menghadapi gelombang kehidupan.

"Ada Gerak Gelombang Pasang yang artinya kesungguhan dalam melakukan pekerjaan. Gerak Siku Keluang artinya kepedulian terhadap lingkungan sekitar nya. Gerak Pecah Delapan artinya anjuran untuk mempelajari dan mengetahui berbagai ilmu pengetahuan dalam kehidupan. Gerak Pusing Tak Jadi yang maknanya berpikir dahulu sebelum melakukan sesuatu. Dan ada Gerak Pusing Belanak, yang artinya menjauhkan diri dari semua marabahaya dan malapetaka," terangnya.

Karya tari yang dibawakan oleh 5 orang penari tersebut pada malam itu mendapat perhatian dari penikmat/penonton yang memenuhi Gedung Olah Seni Taman Budaya Riau. Banyaknya kritik berupa saran dan masukan dari penonton pada diskusi setelah pertunjukan, antara lain pendapat dari Dr Susi Vivin Astuti Spd, Direktur Akademi Kesenian Melayu Riau mengatakan karya tari tersebut mempunyai makna yang sangat dalam.

"Tapi sayang sebagian penari belum membawakan secara maksimal. Perlu kesabaran dan kekuatan fisik dalam menarikan karya tari ini. Untuk koreografi secara keseluruhan karya tari ini sangat fenomenal dan ciri khas Iwan Irawan sangat kuat," katanya.

Robby, seorang penari senior menyebut, karya tari Air Janggi sangat jelas pijakannya walaupun karya tari ini kontemporer. "Kekuatan penari masih perlu digarap lagi dan kekuatan fisik penari sangat oke," nilainya.

OK Pulsiamitra SE MSn, salah seorang pamong budaya di Dinas Kebudayaan Riau menyebut, karya tari sangat apresiatif dan kebaruannya terasa. "Mungkin musik sebagai pengiring tari yang perlu digarap lagi biar lebih terasa kemelayuannya," pungkasnya. (suf)
Penulis
: Yusuf
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)