PERAWANG, datariau.com - Sangat disayangkan, sebelum KPU resmi mengumumkan Daftar Calon Tetap (DCT) bagi peserta Pileg 2019 mendatang. Lebih kurang satu bulan belakangan ini menjelang pengumuman DCT dari KPU banyak ditemukan berbagai macam dugaan pelangaran.
Baik itu pelanggaran yang ditemukan langsung oleh Panwaslu dan PKD Kecamatan Tualang atau berdasarkan temuan juga laporan dari masyarakat. Mirisnya kali ini, selain mengisi ceramah pada acara peringatan 1 Muharram 1440 Hijriah (wirid akbar) oleh Balon DPD RI asal Kabupaten Siak inisial Jz sekaligus mempromosikan tandemnya untuk duduk di DPRD Riau inisial RS nomor urut 5, DPRD Kabupaten/Kota inisial Zp nomor urut 3, sekaligus DPR RI inisial JE dengan nomor urut 1.
Acara peringatan tahun baru islam (1 Muharram 1440 H), Ahad (16/9/2018) kemarin, digelar tepat dihalaman salah satu masjid/mushalla Al Falah Pondok I Desa Maredan, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, pada Ahad, 16 September 2018.
Dari informasi yang berhasil dihimpun datariau.com berdasarkan temuan warga, Ahad (16/9/2018) kemarin menyebutkan, bahwa temuannnya kali ini merupakan temuan yang dianggap telah melanggar aturan sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.
Selain membagi-bagikan sembako berupa minyak goreng dan kalender Bacaleg DPR RI dari PAN nomor urut 1, calon DPD RI inisial Jz ini mempromosikan dirinya dengan nomor urut 34, diketahui sebagai pengisi ceramah pada acara wirid akbar (peringatan 1 Muharram 1440 Hijriah).
"Selain seorang penceramah, Jz diketahui sebagai pengisi ceramah saat itu sekaligus sebagai Balon DPD RI yang saat itu mempromosikan diri kepada warga yang hadir untuk memilihnya, yang jelas ini sudah melanggar (curi star kampanye) dalam penyampaian kemarin diatas panggung (pentas), bahwasanya mereka ini satu paket dari Bacaleg DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi beserta DPRD Kabupaten/Kota. Selain DPD RI yang merupakan kandidat indepedent (non partai), selebihnya merupakan Bacaleg dari partai yang sama yakni PAN seperti DPR RI inisial JE, DPRD Provinsi inisial RS dan DPRD Kabupaten/Kota inisial Zp," ungkap warga menceritakan kepada datariau.com, Senin (17/9/2018) malam.

Saat ditemui salah satu Bacaleg Provinsi Riau dari PAN dengan nomor urut 5 inisial RS menuturkan, bahwa dirinya tidak mengetahui akan adanya bagi-bagi seperti ini (sembako dan kalender) atas nama Bacaleg DPR RI dari PAN nomor urut 1 inisial JE pada acara memperingati tahun baru islam (1 Muharram 1440 Hijriah) tersebut.
"Saya tidak tau kalau ada bagi-bagi sembako dan kalender, setahu saya inikan acara memperingati 1 Muharram 1440 Hijriah, saya tidak tau kalau ada seperti ini," dalihnya.
Sementara itu, Balon DPD RI non partai (independent) dengan nomor 34 inisial Jz pada saat itu mengisi ceramah dicoba dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp pribadinya, Jz berdalih bahwa dirinya hanya sebagai penceramah.
"Mohon maaf adinda, saya hadir di tempat acara sebagai penceramah memperingati tahun baru Islam 1440 H, dan tidak ada bermaksud untuk kampanye," dalih Jz kepada datariau.com melalui pesan singkat WhatsAppnya, Senin (17/9/2018) malam.
Namun, menurut keterangan dari video yang berhasil diambil saat itu terdengar jelas Balon DPD RI tersebut turut mempromosikan masing-masing Bacaleg DPR RI, DPRD Provinsi Riau, DPRD Kabupaten/Kota. Bahkan, mempromosikan dirinya sendiri untuk keterwakilannya nanti di pusat (Senayan) yakni Calon DPD RI asal Kabupaten Siak.
Informasi itu dapat dibuktikan dengan video berdurasi lebih kurang 2.19 menit yang diambil secara tersembunyi oleh salah satu peserta wirid di Pondok I, Desa Maredan, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak.
"Kalau untuk DPR RI nomor urut berapa buk, nomor 1, bapak JE. Disini banyak kotaknya buk, yang terakhir nanti ada yang namanya kotak DPD nanti, dan yang inilah orangnya ni, namanya bapak Jz nomornya nomor 34. Kenapa nomor urutnya 34 buk, karena kebetulan nomornya nanti sesudah nomor urut partai atau diatas nomor urut partai, yakni nomor 34, jangan lupa ya buk," seru Balon DPD RI yang mempromoikan masing-masing Bacaleg tersebut, tak ketinggalan pula turut mempromosikan dirinya sendiri dari rekaman video asli yang diambil pada Ahad, 16 September 2018 kemarin.
Lanjutnya, kalau sudah satu paket buk katanya lagi, kalau ada masalah di kabupaten kita mengadu nanti dengan bapak Zp, ada masalah di Provinsi nanti ada ibuk RS, dan kalau ada masalah di Pusat (Senayan) kami lah dengan JE yang menjadi perwakilkannya nanti.
"Ado video nyo ? Share ke sini adinda, seingat abang tak ada kampanye," alibinya. (Em)