Sekda Kampar: Bagaimanapun Saat Ini Lahan Wajib Dipertahankan

558 view
Sekda Kampar: Bagaimanapun Saat Ini Lahan Wajib Dipertahankan
Foto: Diskominfo Kampar
Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Drs Yusri M Si.

KUOK, datariau.com - Bagaimanapun situasi melemahnya ekonomi saat ini apalagi terkait Pandemi Covid-19, akan tetapi seluruh masyarakat pedesaan diharapkan untuk tetap mempertahankan lahan jangan terlalu cepat menjualnya.

Demikian ditegaskan Bupati Kampar yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Drs Yusri M Si saat melakukan Panen Padi dalam program Pendampingan Pengembangan Kawasan Padi di Desa Empat Balai Kecamatan Kuok, Rabu (22/7/20).

Sekali lagi, jangan lahan dijadikan rumah. Karena Proinsi Riau khusunya Kampar minus lebih kurang 600 ton per tahun beras. Untuk itu kepada masyarakt yang saat ini masih memiliki lahan persawaan diharapkan untuk kemali mebukanya. Yakinlah bahwa pemerintah akan terus berupaya membantu untuk pelaksanannya sepri halnya yang dilakukan di desa Empat Balai saat ini.

Dimana dengan program Pendampingan Pengembangan Kawasan Padi yang ditanam pada tanggal 13 April 2020 dengan sistem Jajar Legowo pada kelompok Batang Piaman, dalam waktu lebih kurang tiga bulan sudah bisa panen. Selain waktu singkat pasti hasil panen juga lebih jauh yang seperti biasanya.

Sementara itu kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Riau Dr Salwati SP MSi yang sempat hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan, bahwa melalui Pendampingan Pengembangan Kawasan Padi Insya Allah hasil panen jauh lebih meningkat.

Dimana sistem kerja program ini menerapkan sistem Teknologo Jajar Legowo dengan jajak tanam 25 x 12,5 x 50, dimana biasanya masyarakat melaksanakan dengan sistem 25 x 25. Selain itu dalam pendampingan dilakukan dengan Varietes Unghul Baru dan Benih Bermutu, kemudian dengan Aplikasi Pupuk Hayati, Umur bibit 18 setelah disemai, Aplikasi pupuk organik 1,5 ton/ha, Aplikasi biodekomposer, sistem tanam jajar legowo, Aplikasi pupuk urea 200 kg/ha serta pengendalian hama penyakit terpadu.

"Dengan sistem ini, biasanya masyarakat panen padi seluas 1 ha hanya panen lebih kurang 4,2 ton, akan tetapi dengan sistem yang kita adopsi ini, Insya Allah kedepan hasil panen bisa mencapai lebih kurang 6 sampai 7 ton/ha,? terang Salwati.

Penulis
: Riki
Editor
: Ruslan Efendi
Sumber
: datariau.com
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)