Sawah Kering, Petani Gagal Panen Tahun Ini, Diduga Pemilik HGU Membuat Tanggul Diatas Pintu Air

Hermansyah
1.095 view
Sawah Kering, Petani Gagal Panen Tahun Ini, Diduga Pemilik HGU Membuat Tanggul Diatas Pintu Air
Warga (petani) Bungaraya lagi mencari kangkung di area persawahan.

SIAK, datariau.com - Sawah milik petani di Kecamatan Bungaraya Kabupaten Siak Riau, mengalami kekeringan. Sehingga petani tidak dapat menyemai bibit padi di sawah-sawah milik mereka saat  ini. Bahkan, petani bakal tunda panen padi tahun ini.

Jika hamparan yang luas itu saat ini mengalami gersang dan tanah (sawah) terlihat retak-retak. Melihat pemandangan ini, sebagian besar masyarakat Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, Riau merasa ada yang salah dengan sistem pengairan yang ada disana.

Semestinya bulan ini telah memasuki masa penyemaian dan pengolahan lahan dan tertunda. Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu Pekerja Harian Lepas (PHL) menurutnya aliran sungai buatan yang mengaliri persawahan ditutup oleh pihak perusahaan beberapa waktu lalu.

"Saya tisak tau persis yang mana ditutup perusahaan, sebelumnya petugas PU juga telah melakukan peninjauan lokasi itu," sebut PHL tersebut kepada datariau.com enggan namanga untuk dipublikasikan, Kamis (17/10/2019) kemarin.

Sementara itu salah seorang warga dan merupakan petani menceritakan bahwa peristiwa ini yang pertama kali di alaminya. Pada tahun-tahun sebelumnya tidak pernah kejadian seperti ini.

"Aliran air ini berasal dari sebuah danau ada yang bilang danau cincin, untuk bendungan terdapat sebanyak 7 bendungan. Informasinya bendungan dibuat oleh pihak perushaan," jelasnya kepada wartawan dan tidak ingin namanya disebutkan.

Menurutnya, kejadian kekeringan yang terjadi pada sawah saat ini merupakan kejadian yang pertama kalinya semenjak dia berada dan mengolah sawah miliknya. Akibatnya sawah-sawah mengalami retak-retak (gersang) dan ditumbuhi banyak rerumputan.

"Itu parit dan sawah aja sudah ditumbuhi oleh rumput dan parit retak dan mengangga lebar akibat kering. Alat berat sudah datang dan mau membuat gambangan dulu, mungkin besok (Jumat) baru dikerjakan," imbuhnya.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun datariau.com, Kamis (17/10/2019) kemarin, sebelumnya salah satu perusahaan pemilik HGU itu telah menutup aliran kanal buatan yang mengaliri persawahan petani dengan membuat sebuah tanggul.

Saat ditinjau ke lokasi, awak media melihat warga berbondong-bondong dengan menggunakan alat seadanya seperti cangkul. Namun, warga pun akhirnya kembali pulang setelah mendapatkan informasi bahwa alat berat telah turun dan selanjutnya membuat sebuah gambangan (perlintasan) alat berat.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media belum mendapatkan keterangan dari intansi terkait maupun dari pihak perusahaan pemilik HGU tersebut.

Penulis
: Hermansyah
Editor
: Redaksi
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)