DATARIAU.COM - Aksi seorang wanita beragama Katolik membawa anjing masuk Masjid Al-Munawaroh, Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Ahad (30/6/2019) siang kemarin mendapat tanggapan dari seorang mualaf Dedi Corbuzier.
Melalui akun Youtube miliknya, Dedi Corbuzier membuat sebuah video dengan judul ANJING MASUK MASJID, GUE BANGGA SAMA ISLAM. Video itu di-upload hari ini, Senin 1 Juli 2019. Sebagai mantan pemeluk agama Katolik, Dedi Corbuzier yang baru masuk Islam sepekan yang lalu ini mengungkap beberapa kejanggalan atas kejadian seorang wanita masuk masjid membawa anjing dan memakai alas kaki.
Pertama, Dedi mengungkapkan bahwa alasan wanita tersebut bawa anjing masuk masjid untuk mengendus suaminya, adalah alasan yang sangat tidak masuk akal. Dedi mengaku juga memiliki anjing sejak lama, dia memastikan bahwa anjing tersebut tidak akan bisa mengendus dan mencari seseorang.
"Kecuali anjing polisi yang memang dilatih mengendus seseorang," kata Dedi dalam video itu.
Maka Dedi meminta agar masyarakat tidak menyalahkan anjingnya, karena 100 persen tidak ada kesalahan anjing dalam kasus ini, melainkan kesalahan yang punya anjing.
"Itu anjing mainan, untuk lucu-lucuan saja, yang punya perlu banyak belajar dengan peliharaannya, harusnya dibawa ditarok dibawah (jangan bawa masuk masjid)," kata Dedi.
Dedi juga mengungkapkan banyak kejanggalan-kejanggalan lainnya, namun sebelum menyebutkan itu, dia mengaku bangga dengan Islam.
"Saya bangga dengan saudara saya seiman, tak ada yang menendang anjing, memukul anjing, mereka hanya hus hus hus agar anjing keluar masjid, itu luar biasa banget, gua kagum sekali, mereka tidak menyiksa anjingnya, itu cerminan umat muslim," kata Dedi yang tampak semakin mencintai dan mengagumi Islam.
Dedi menjelaskan bahwa kelakuan perempuan itu membawa anjing dan masuk masjid tanpa membuka alas kaki, serta teriak-teriak mengatakan beragama Katolik, sebagai mantan pemeluk agama Katolik, Dedi berani mewakili umat Katolik, bahwa di agama Katolik tidak ada ajaran seperti itu.
"Pakai sepatu ke dalam masjid, saya juga lahir dari keluarga dari Katolik, di ajaran Katolik gak ada masuk ke masjid pakai sepatu, orang yang hidup di Indonesia yang gak tahu masjid itu gak mungkin, saya tahu masjid itu apa dan anjing itu najis, kecuali kalau anda tidak punya teman satu pun di dunia, oke lah, gak masuk akal kalau dia gak tahu," demikian beberapa penggalan ucapan Dedi dalam videonya.
Dedi juga gerah karena wanita itu bawa-bawa nama agama, teriak-teriak ke orang kalau dia Katolik, padahal di dalam ajaran agama apapun membawa anjing dan alas kaki ke dalam masjid tidak diperbolehkan.
"Jangan disalahkan agamanya, ini yang salah oknumnya, saya 40 tahun lebih saya baru Islam, sebelumnya saya Katolik dan saya tak pernah kepikiran bawa anjing masuk masjid, ini sangat bodoh menurut saya ya, yang salah ini total orang ini. Saya berani mewakilkan mereka beragama Katolik ndak ada ajaran seperti itu, salahkan ibunya, jangan agamanya," pinta Dedi.
Meskipun dalam pengakuan perempuan itu ia masuk masjid sedang mencari suaminya yang akan menikah lagi di dalam masjid tersebut, Dedi menegaskan ini alasan yang tidak bisa diterima.
"Katanya suami nikah lagi di dalam masjid, saya ngerti perasaan stresnya kayak mana, namun tidak bisa dibenarkan perilaku ibu tersebut, apakah ini penistaan agama, saya gak ngerti," ujar Dedi.
Dedi yang belum lama memeluk Islam ini mengatakan bahwa umat Islam telah menang dalam perkara ini, dimana dia menyaksikan para jamaah masjid di lokasi kejadian sangat tenang, tidak ada yang berbuat kekerasan, baik kepada binatang anjing maupuk kepada pelaku. Namun Dedi kurang setuju kasus ini ditangani polisi, karena menurutnya lebih cocok dibawa kepada psikolog.
"Orang melakukan itu orang-orang gangguan jiwa," pungkasnya. (rik)
Tonton video terkait: