SIAK, datariau.com - Sejak munculnya wabah virus corona atau covid-19, diberbagai belahan dunia tak terkecuali Indonesia khususnya di wilayah atau daerah kabupaten/kota di sekuruh Indonesia saat ini. Menjalani fase atau disebut juga dengan masa pandemi covid-19.
Dimana masa itu mulai dirasakan diberbagai daerah penyebaran virus ini, tentunya dalam hal ini segera di sikapi dengan cepat dan efektif. Dan tidak semata mata dengan penangananya saja, bahkan dalam hal masalah kesehatan.
Terkait hal ini, tentunya harus diperhatikan penyediaan pangan bagi masyarakat yang terdampak dari wabah virus corona ini, yang diketahui setiap harinya terus meningkat penyebaranya dibeberapa daerah di Indonesia.
Sehubungan dengan urusan pangan tersebut, sejak kemunculan virus corona atau masa pandemi covid-19 ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Siak telah menyiapkan serangkaian program penanganan dengan cepat dan baik dari sisi pendistribusian maupun ketersediaannya.
Penjabat Sekertaris Daerah Kabupaten Siak Drs H Jamaluddin MSI saat mengikuti video conference bersama Kepala Badan Ketahanan Pangan Republik Indonesia pada Kamis (6/8/2020) kemaren. Dengan tema 'Perkuat Cadangan Pangan dan Gizi' yang di ikuti sejumlah Sekertaris Daerah kabupaten/kota di wilayah barat Indonesia.
Pada pelaksanaan video conference itu, menyampaikan bahwa setiap Pemerintah Daerah saat ini diminta untuk mempersiapkan cadangan pangan salah satunya seperti beras yang di sesuaikan dengan jumlah masyarakat atau penduduknya.
Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) RI dalam hal ini menyampaikan kepada setiap kepala daerah (Gubernur, Bupati/Walikota) wajib mengalokasikan APBD-nya dalam program cadangan pangan sesuai amanat Undang Undang Nomor 18 Tahun 2012, tentang Pangan, dimana setiap daerah itu menjamin ketersediaan pangan di wilayahnya.
"Kemarin kita sudah ajukan peraturan daerah sebagai payung hukum dalam menyiapkan stock, atau cadangan beras oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Siak dalam rangka menghadapi masa pandemi covid-19 saat ini," kata Jamal saat giat video conference yang berlangsung di live room lantai II kantor Bupati Siak, Kamis (6/8/2020) kemaren.
Intinya, menurut Jamal kita (Pemda) harus menyiapkan beras sebagai cadangan Pemerintah Daerah dalam memenuhi kebutuhan pangan. Kemudian pemerintah melalui dinas terkait juga harus mendorong masyarakat untuk bercocok tanam, sebab pendemi covid-19 ini belum dapat diprediksikan kapan akan berakhir.
"Menurut Ahli Epidemiologi belum tahu wabah corona ini kapan akan berakhir, oleh karena itu kita harus menyiapkan beras sebagai cadangan Pemda sebagai stock kita hingga bulan September mendatang," jelas Pj Sekda Kabupaten Siak itu.
Menanggapi penyampaian Pj Sekda Siak Drs H Jamaluddin MSi tersebut, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) RI Agung Hendriadi menyebutkan, bahwa tidak mudah bagi seorang Gubernur maupun Bupati/Walikota meminta cadangan beras kepada Pemerintahan Pusat.
"Dimana mereka (Pemerintahan Pusat) harus mengeluarkan surat darurat, dan hal inilah sebenarnya yang tidak di inginkan sebenarnya," tandasnya.
"Oleh karena itu, maka kuatkanlah cadangan pangan pemerintah kabupaten/kota maupun provinsi saat ini. Selain itu, kami ingin sampaikan bahwa Kementerian juga tengah mengusulkan kepada Presiden RI terhadap cadangan pangan bagi masyarakat desa yang bekerjasama dengan Kementrian Desa, serta mengajukan anggaran tambahan," jelas Agung Hendriadi.
Kepala BKP RI Agung Hendriadi juga menjelaskan inti dari pertemuan ini, diminta kepada setiap daerah itu dapat meningkatkan cadangan pangan. Indikator ketahan pangan yang salah satunya tersedianya cadangan pangan oleh Pemerintah Pusat, Pemda Provinsi dan Pemda Kabupaten/Kota.
"Saya ingin mengingatkan, saat inilah waktu yang tepat untuk meningkatkan cadangan pangan kita, panen dimana mana, surflus juga dimana mana. Sehingga kita dilanda dampak pandemi covid-19, seperti sekarang, dimana kita memiliki cadangan pangan, dan anak anak tidak lagi kekurangan gizi," pungkasnya.(Adv)