BENGKALIS, datariau.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bengkalis, berhasil mengamankan pelaku pencoret tembok taman Andam Dewi dan beberapa tempat lainnya termasuk dinding tempat wudhu sejumlah masjid di seputaran Kota Bengkalis.
Pelaku berinisial WZF (54), adalah seorang ASN Pemkab Bengkalis, dan sudah puluhan tahun mengalami gangguan jiwa seperti stres atau kurang waras. Sebelumnya pelaku tinggal di simpang 4 jalan Sri Pulau Kelurahan Rimba Sekampung, namun saat diamankan oleh Satpol PP, Senin kemarin pelaku tinggal di jalan Griliya Desa Kelapapati.
Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Perundang-Undangan Satpol PP Bengkalis, Hengky MH, turun langsung mengamankan pelaku di kediamannya di jalan Griliya Kelapapati. "Pelaku sudah kita ketahui dan sudah kita amankan," ujar Hengky saat dihubungi, Senin (21/5/2018).

Hanya saja, karena pelaku mengalami gangguan mental, maka upaya yang bisa dilakukan oleh Satpol PP Bengkalis adalah mengusulkan agar pelaku direhabilitasi di Pekanbaru.
"Saya sedang siapkan surat menyuratnya, setelah semua beres akan kita serahkan ke Dinas Sosial untu dilakukan langakh-langkah selanjutnya," terang Hengky.
Ditanya soal maksud pelaku melakukan tindakan tidak terpuji tersebut (mencoret dinding), kata Hengky, pelaku tidak bisa menjelaskan, yang keluar dari mulut pelaku hanya kata-kata Kalsum Aida saja.
"Tak tahu apa maksudnya, ya namanya juga orang gangguan kejiwaan, setiap kita tanya jawapannya cuma Kalsum Aida. Dan sebetulnya Kalsum Aida itu adalah adik iparnya dan sudah lama meninggal dunia," sebut Hengky lagi.
Tertangkapnya pelaku pencoret tembok taman dan dinding-dinding rumah ibadah itu mengejutkan sebagian kalangan. Pasalnya pelaku sangat tidak asing bagi sebagian masyarakat, terlebih kalangan ASN. Bahka beberapa terakhir pelaku sempat masuk kerja di salah satu OPD.
"Ya tak nyangka juga, soalnya selama ini dia itu tidak pernah menunjukkan tabiat aneh atau macam-macam. Memang kalau bebual dengan dia tak nyambung, tapi tak terpikir pulak sampai berbuat macam itu," ujar Iwan salah seorang ASN.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah warga mengaku kesal atas aksi coret-coret dengan cat pilok di tembok dan dinding rumah ibadah yang dilakukan orang tidak dikenal. Tulisan tentang sebuah nama, "Kalsum/Aida", terlihat di serata tempat.
"Sore Sabtu semalam kami main-main di taman (Andam Dewi) bersama anak-anak, bukan main tekejut kami, ketika melihat tembok taman Andam Dewi yang banyak lukisan (mural) cantik-cantik, dicoret dengan tulisan Kalsum Aida, jadi kotor dan tak pantas dibaca," kesal Ifit Gagah, Ahad (20/5/2018).

Ifit lalu menggugah coretan tersebut ke media sosial (Facebook), seketika foto tersebut mendapat tanggapan dari banyak warga. Seperti disampaikan Miswanto Mk, ditulis Miswanto, tulisan Kalsum Aida tersebut juga terpampang di dinding kamar kecil Masjid Alkautsar jalan Pembangunan.
Ternyata tidak hanya di Masjid Alkautsar, di masjid Jami' Kelapapati Laut dan sejumlah masjid-masjid lainnya juga jadi sasaran "si mania" ini," Dalam tempat wudhu dan WC masjid rato-rato ado tulisan ne," tulis Fahendi Roher.
Sejumlah warga mengutuk dan berharap aparat segera menangkap pelaku.
"Tangkapkan pak, ekspose kan siapo orangnya tu, rumah kakak saya di jalan Bantan Senggoro pun dicoretnyo," ujar Herman pula.
Saking geramnya dengan ulah pelaku, sejumlah warga siap menghakimi pelaku denga cara mereka sendiri sebelum diserahkan kepada aparat.
"Kalau tejumpolah yang nyoghet ne, memang aku bedal dulu sebelom anto ke polisi," tulis Wan Junizal pula.