Pelajar Duel dengan Kepala Sekolah Karena Diusir dari Ruang Ujian

datariau.com
7.868 view
Pelajar Duel dengan Kepala Sekolah Karena Diusir dari Ruang Ujian
Gambar: Screenshot Youtube
ILUSTRASI: Pelajar berani duel dengan guru.
INHU, datariau.com - Salah seorang pelajar di kabupaten Inhu dilaporkan ke Polisi oleh kepala sekolah tempat dia mengenyam pendidikan, lantaran diduga melakukan penganiayaan terhadap kepala sekolah inisial BF.

Pelajar tersebut inisial An (19) siswa kelas XII di salah satu SMA di Kabupaten Inhu, Riau, terlibat duel dengan kepala sekolahnya lantaran diusir dari ruangan ujian, karena dia belum melunasi uang sekolah.

Dikutip riauantara.co, ibu pelajar tersebut, bernama inisial Far (45) menjelaskan, bahwa persoalan bermula saat dirinya pergi mencari pinjaman untuk melunasi uang sekolah anaknya, karena hari itu Rabu 13 Maret 2019 pagi anaknya sedang mengikuti ujian nasional di sekolah, jika uang sekolah tidak dibayarkan maka anak yatim itu akan disuruh pulang.

Ternyata, sepeninggalannya dari sekolah, anaknya yang tengah menjalani ujian disuruh keluar oleh salah seorang guru. Ternyata pihak guru tidak bisa sabar menunggu ibu pelajar tersebut yang sedang mencari pinjaman untuk uang sekolah.

"Tunggakan uang sekolah anak saya Rp740 ribu. Tapi waktu itu uang yang ada cuma Rp500 ribu. Lantaran sekolah mewajibkan harus lunas hari itu juga, akhirnya saya cari pinjaman," kata Far mengisahkan, Ahad (17/3/2019).

Karena tidak terima diusir dari ruang ujian, pelajar tersebut pun ngedumel karena sekolah tidak ada toleransi baginya untuk tetap ikut ujian, padahal ibunya tengah mencari uang pinjaman untuk bayar uang sekolah. Mendengar ini, Kepala Sekolah inisial BF naik pitam dan marah kepada An.

Keduanya terlibat adu mulut kemudian berlanjut adu fisik. "Gaya Pak BF marah kayak preman. Makanya saya ajak duel satu lawan satu. Saya disuruh memukul, tapi saya cuma mencekik lehernya saja. Itupun karena kesal," tutur An.

Warga yang melihat perkelahian itu menarik An supaya melepaskan cekikannya dari leher BF. "Saat saya ditarik itulah leher Pak BF luka kena kuku saya," ujar An.

Setelah dilerai warga, An pergi ke kantin sekolah. Tapi BF malah membuntutinya sambil menelepon polisi untuk menangkap An. Perkelahian kembali terjadi. "Bapak punya mata enggak! Emak saya sudah datang melunasi uang sekolah saya," hardik An.

BF emosi. "Tak punya mata Bapak Kau!" hardiknya sembari memukul An.

"Saya sakit hati almarhum ayah saya dihina, makanya saya balas memukulnya," ujar An.

Ibu An, Far yang sudah kembali lagi ke sekolah untuk melunasi sisa tunggakan kaget mendapati anaknya sudah duel dengan kepala sekolah.

"Saat itu saya langsung minta maaf sama kepala sekolah. Tapi kepala sekolah tak mau. Dia tetap mau melaporkan anak saya ke polisi," terangnya.

Diceritakan Far, suaminya meninggal dunia dua tahun lalu lantaran penyakit diabetes, An yang bungsu dari tiga bersaudara itu lebih sering murung dan muda tersinggung.

"Dia mudah tersinggung kalau dibahas soal mendiang ayahnya," kata Far sambil menangis.

Sejak suaminya meninggal, kata Far, hidup dia dan An ditanggung oleh dua abang An yang bekerja sebagai supir truk angkutan kelapa sawit.

"Saya enggak bekerja. Anak-anaklah yang membiayai sekolah An, bahkan kelak nanti kuliah," cerita Far.

Terkait apa yang sudah terlanjur dilakukan An kepada BF yang berujung dilaporkannya ke polisi, Far berharap kepala sekolah membuka pintu maaf untuk anaknya.

"Kalau kasus ini berlanjut, biarlah saya yang dipenjara, jangan anak saya. Dia masih punya masa depan yang panjang," pungkas Far.

Oknum Kepala Sekolah BF belum berhasil dikonfirmasi terkait keterangan Far dan An ini. (*)
Sumber
: Riauantara.co
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)