PEKANBARU, datariau.com - Banyaknya proyek pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Pekanbaru saat ini, diibaratkan seperti daun yang tumbuh subur pada sebatang pohon yang tinggi, sehingga memberikan manfaat yang besar bagi kenyamanan makhluk yang ada di bawahnya.
Namun, tidak untuk daun yang tumbuh pada pohon berukuran rendah, karena manfaat yang diambil pun sangat sedikit sekali bagi perlindungan dan kenyamanan mahluk yang ada di bawah pohon tersebut.
Beginilah perumpamaan banyaknya aspirasi masyarakat di Kota Pekanbaru yang diusulkan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2017, baik yang sudah terealisasi maupun yang masih terpendam alias mangkrak di atas secarik kertas.
Hal tersebut tentu saja menjadi pertanyaan bagi masyarakat Pekanbaru, tentang bagaimana keseriusan dan tranparansi penyelenggara pemerintah dalam memberikan kontribusi terhadap proses pelaksanaan pembangunan yang direncanakan melalui tahapan Musrebang tersebut.
Seperti yang dialami beberapa waktu lalu, Firmansyah, Ketua RW 07 Kelurahan Limbungan Baru, yang mengundang Plt Wali Kota untuk meninjau langsung kondisi jembatan rusak yang terjadi di wilayahnya.
Firman mengatakan pihaknya bersama warga sudah mengusulkan perbaikan jembatan tersebut melalui Musrenbang, namun hingga sekarang ini belum ada tanda-tanda pencerahan atau terealisasi, sehingga membuat warganya disana terpaksa harus gigit jari dan tergopoh-gopoh melintasi jembatan yang masih rusak tersebut.
Ada lagi, saat Plt Wali Kota Pekanbaru yang diundang masyarakat RW 06 Kelurahan Sialang Rampai untuk meresmikan sebuah masjid beberapa waktu lalu.
Ketua RW 06 Amris dalam sambutannya sempat menyinggung dan menyampaikan kepada Plt Wali Kota tentang aspirasi warganya disana untuk menyemenisasi 3 ruas jalan yang saat ini belum juga terealisasi.
"Kami mohon Bapak Plt Wali Kota dapat mewujudkan aspirasi kami. Ini sudah lama kami diusulkan di Musrenbang, tapi belum terealisasi. Ada tiga ruas jalan disini yang kondisinya sangat memprihatinkan. Kami ingin agar jalan ini disemenisasi, karena ini merupakan jalan akses utama dan menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat di RW 06," ungkap Amris.
Plt Wali Kota Pekanbaru H Ayat Cahyadi SSi, Selasa (24/4/2018) menjelaskan ada beberapa faktor kenapa aspirasi masyarakat yang diusulkan dalam Musrenbang, banyak yang belum terealisasi hingga saat ini.
Alasannya adalah, adanya beberapa opsi yang harus diambil pemerintah untuk memprioritaskan program yang dianggap strategis, sehingga harus mendahulukannya dari beberapa perencanaan pembangunan lainnya. Termasuk aspirasi masyarakat yang diusulkan melalui tahapan Musrenbang tersebut.
"Terkadang, pemerintah ada program prioritas yang harus didahulukan. Sehingga membuat perencanaan pembangunan lainnya dicancel atau ditunda di waktu mendatang. Kedua, karena faktor keterbatasan anggaran yang belum memungkinkan semuanya dapat direalisasikan. Apalagi Pekanbaru yang tengah gencar-gencarnya mewujudkan program strategis, sehingga berdampak terhadap rasionalisasi anggaran pada sejumlah kegiatan pembangunan," kata Plt Wali Kota.